Posted by: dyah puspita on: August 15, 2007
Si buyung (sebut saja begitu) menangis terus menerus saat masuk ke dalam ruangan. Ia merasa sangat terganggu berada di ruangan baru. Dibujuk dengan apapun, ia tidak mau. Lalu ia mulai berdiri mendekat terisak sambil memegang pinsil untuk ia ketuk-ketukkan di meja. Aku mendekat dan berusaha menjalin hubungan dengannya. Tiba-tiba tercium bau menyengat. Oh, ternyata buyung sudah buang air besar di celana!
—baca sisa cerita bab 1 buku kedua ini di …bukunya dwongs!—-
December 4, 2007 at 6:07 am
He..he..he.. jadi penasaran