Posted by: dyah puspita on: November 17, 2007
Mandiga, adalah sebuah sekolah khusus anak autistik.
Tempat aku berkarya sejak tahun 2000 ini, dulunya berlokasi di jln Erlangga II, di Kebayoran Baru. Sesudah sekitar 3 tahun beroperasi di tempat itu….makin lama dirasakan ruang gerak kita semua makin terbatas. Jadilah pada Juli 2003 kami hijrah ke Mulawarman, dan bertahan hingga sekarang.
Mandiga yang merupakan akronim dari “mandiri dan bahagia”, memiliki ‘idealisme’ untuk membantu anak-anak yang tidak bisa menempuh pendidikan di jalur reguler. Artinya, mereka yang bisa masuk ke Mandiga adalah anak-anak autistik yang ‘lumayan menantang’ dalam arti, memiliki banyak hambatan.
Itu sebabnya kami setiap hari rasanya harus membawa porsi ’serba lebih’ untuk bisa bertahan. Lebih sabar, lebih kreatif, lebih tahan banting, lebih cerdas, lebih santun, lebih…lebih….lebih…. Terutama juga, lebih mampu melihat segala sesuatunya dari sudut positif.
Staf di Mandiga sudah cukup banyak berganti.
Diawali dengan kelompok pertama, yaitu Ida-Santi-Wiwit…, kelompok ini membengkak dengan bergabungnya Astri, Erni, Dilla, Yuli, Dora, Eva, Iin, Julita, Ari, Imah, Aida, Wanti… Sempat juga ada beberapa ‘asisten’ yang bergabung, antara lain Tyas, Puteri.
Sekarang ini (November 2007) staf yang masih bertahan adalah Santi, Dilla, Yuli, Imah, Julita, Ari, Aida, Wanti.
Aku bangga bekerja sama dengan semua guru dan asisten yang pernah dan masih bergabung di bawah bendera lembaga Mandiga.
Kenapa bangga?
Tentu karena mereka mau bekerja keras, mau selalu belajar, mau bersikap jujur, mau terbuka, mau melihat anak-anak apa adanya, mau berusaha agar anak-anak memperoleh kualitas hidup yang lebih baik….dan ini semua bukan hal yang mudah.
![]()
Mba, rasanya butuh keberanian tuk cerita, ttg anak sy yg ke-3. Dari kecil sy melihat ada yang berbeda pada perkembangannya, mulai dr kemampuan bicara( tepatnya bersuara) baru di usia 3 thn dan tdk pernah senyum. Tp ia jg teramat manis, nurut dan hidup amat teratur. Skrg ia sdh kelas 3 sd, sy dengar dari ceritanya teman2 suka iseng ngumpetin tempat pinsil, buku sampai sepatunya. itu semua dceritakan tanpa rasa marah atau kesal dan tata bhs yang agak kacau pd sy. Adakah saran Mba Ita utk kami…atau kami perlu berkonsultasi dengan lembaga ttt. trims.
April 30, 2008 at 3:20 am
Salam Kenal,
Mba Ita yang baik dan energik,he2… Saya Tisa, kemarin tanggal 26-27 April saya baru ikutan Autis Expo, n sempat juga ikutan seminarnya,(baguzzz bgt dech!!!) Mba pengen dech kenalan lebih lanjut sama Mba Ita, share tentang pegalamannya menangani anak2 autis, coz rasanya ngga cukup dapat info ttg autis kemarin. boleh ngga Mba main ke Mandiga, yah klo Mba Ita nda sibuk loch.saya tunggu kabarnya yach.makasih….