Hidup ini untuk disyukuri…

Archive for October 2008

peran berganti-ganti ..

Posted by: dyah puspita on: October 20, 2008

Sejak 1999 akhir, aku bekerja berdampingan dengan teman yang juga merupakan adik kelas di Psiko.UI. Adriana S. Ginanjar, atau biasa disebut Ina, menghubungi aku tengah tahun 1999 sesudah wafatnya Aty Zafar, sahabatku di komunitas autisme. Tujuannya menghubungi aku adalah untuk mengajakku membuat sekolah khusus untuk anak autistik, MANDIGA (mandiri dan bahagia).

Sejak itu, kami terus menerus [...]

rasanya seperti ditusuk-tusuk…

Posted by: dyah puspita on: October 13, 2008

Entah mengapa, akhir-akhir ini rasanya kok lelah lahir batin. Mungkin karena sebulan puasa, lalu dua minggu terakhir kerja bakti di rumah berperan multiple sebagai tukang cuci, koki, supir, penjaga anak, pelatih, guru, perawat, bersih-bersih…dan…mahasiswa.
Begitu asisten dateng, udah langsung masuk ke peran sulit sebagai mahasiswa yang harus menaklukkan tugas aneka rupa dan menghadapi dosen yang aneka [...]

Ulang tahun Mamah-Uti-Uyut (4)

Posted by: dyah puspita on: October 13, 2008

Kalau ini, album foto aja deh…
Abisnya, lucu sih !
Ekspresi senja menghadapi Ikhsan, belum berubah total rupanya.

Ini, siapa yang takut sebenernya sih?

Sepertinya sih Senja sudah mulai akan senyum…tapi kayaknya masih ketakutan juga deh..

Dalam rangka merebut hatinya, eyang Tatah iseng masukkin bebek-bebekan plastik towet-towet ke dalam tempat kamera. Padahal baru beberapa detik sebelum bebek-bebekan itu [...]

Ultah Mamah-Uti-Uyut (3)

Posted by: dyah puspita on: October 13, 2008

Pas makan malam itu, kebetulan di cafe Celcius ada live show, trio pemain gitar dengan kongo (eh, bener gak nih nulisnya). Suaranya bagus, tapi kelihatannya spesialisasi bossanova gitu deh…
Pakde Koko inisiatif minta lagu.
Mulanya yang cucok untuk kesempatan ini: happy birthday to you. Kan Uti ulang tahun.
Wuyh, Uti seneng dong.
Apalagi disambung dengan, “als de orchideen bloeijen” [...]

Ultah Mamah-Uti-Uyut (2)

Posted by: dyah puspita on: October 13, 2008

Sesudah sampai di Celcius, mulanya sih, Senja mewek… Lha di mobil lagi enak tidur!
Tapi begitu bangun, terus melihat kalau lingkungan kayaknya seru….mulai lah kesana kemari.
Udah gitu pas ada live show pula.
Seru!

Ulang Tahun Mamah-Uti-Uyut… (1)

Posted by: dyah puspita on: October 13, 2008

The godmother of rumahcipinang, my mom, tanggal 8 Oktober 2008 lalu berusia 83 tahun.
Usia yang ‘lumayan’…
Dengan semangat “kepingin bikin mamah senang”, udah lama aku merancang supaya kami anak-mantu-cucu-cucumantu-buyut ngumpul buat makan malem. Gak mewah2 lah…tapi something she (and of course all of us) like. Hehehe..
Sabtu itu, 11 Oktober 2008, dipilih sebagai hari H. Berhubung itu [...]

Dukungan keluarga besar.

Posted by: dyah puspita on: October 13, 2008

Punya anak autis, berat.
Itu fakta yang (sebaiknya) tidak usah dibantah deh. Banyak hal yang untuk orang lain tidak menjadi masalah, untuk keluarga dengan anak autis, masalahnya luar biasa deh.
Seperti yang terjadi pada keluarga kecilku yang hanya terdiri atas aku, ibuku, dan anakku. Buat yang belum tahu, ibuku umurnya 83 tahun – tidak terlalu bisa melihat, [...]

Cemas..

Posted by: dyah puspita on: October 8, 2008

Autism, dan berbagai masalah kesulitan belajar dan gangguan perkembangan anak, sudah lama jadi bagian dari hidupku. Ya sesudah Ikhsan pasti memang ditetapkan (oleh aku) sebagai individu autistik sesuai berbagai gejala yang ia tampilkan, aku mau tidak mau mempelajari makin mendalam berbagai ciri dan ilmu tentang itu.
Sejak beberapa tahun terakhir, aku juga praktek psikologi yang berkaitan [...]

Kepribadian.

Posted by: dyah puspita on: October 7, 2008

Allah itu memang serba Maha.
Aku hanya bisa geleng2 kalo masih ada juga orang yang tidak percaya fakta itu.
Nah… ke-Maha-an ini, terbukti lagi.
Dua bayi di keluarga rumahcipinang, udah dari kecil berbeda kepribadiannya. Kelihatan banget… dari keciiiillll banget.
Contohnya, menghadapi Ikhsan, si Oom yang tinggi besar dan bersuara ajaib ini.
Kalau Senja, yang memang pribadinya “hati-hati, berperasaan halus, perlu [...]

Compact wheelchair..

Posted by: dyah puspita on: October 5, 2008

Bulan puasa lalu, Uti ke Kalibata sama the bediendes… Gak tahu gimana caranya, kursi roda yang segede gaban itu, patah kakinya. Jadi ditarok di rumah mbak Renny, entah untuk tujuan apa… (emang mau dibenerin? emang tahu, dibenerin dimana? hehe).
Nah, pas waktu itu Freddy mau pesta kawin, kan di rumah lebak bulus.. Kata tante Pun sih, [...]