Safari “busway” ramadhan (2)

Di Plaza Semanggi…aku giring dia ke Gramedia. Langsung deh dia ngilang. Tauk ah. Capek. Ketemu lagi dia udah celingak-celinguk periksa-periksa…”ibu beli apa?”…waktu tahu aku beli kanvas, tempat cat, dan tempat ID baru, dia senyum-senyum… Sesudah itu aku tanya, “Ikhsan mau makan?”…dia diam….seperti berpikir….dan lalu melangkah tegas ke…. Pizza Hut. Hehe… Makan dah dia, dan aku? [...]

Safari “busway” ramadhan (1)

Hari ini hari Kamis, 3 September 2009. Seperti biasanya..kalau kita tidak perlu ada di tempat lain pagi-pagi hari, tentu kita enggan betul bangun pagi.. Maka, itu terjadi pula pada aku. Sukses? Tentu saja tidak. Lha wong ada yang ingat kalau ini hari kamis! To make the story short… akhirnya kami berangkat sekitar pk. 09:00 lewat. [...]

Kita tidak pernah boleh berhenti berusaha

Kalimat itu dulunya hanya terasa ‘cliche’ saja. Gampang soalnya ngomong gitu. Ngerjainnya kan setengah matek, apalagi kalau Anda menjalani hidup penuh dengan perjuangan bersama putra tunggal yang autistik dan tidak bisa bicara, boro2 sekolah di sekolah reguler… Tapi, dua hari ini rasanya luar biasa. Kelelahan berusaha tidak terasa lagi, sudah lupa! Biarpun Ikhsan sudah terapi [...]

Rasanya campur aduk

Beberapa minggu ini hp communicator jadul ikhsan error sampai akhirnya bener2 gak ada apa2nya di LCDnya. Berangkatlah aku ke itc kuningan. Mau tuker sama yang ‘less jadul’… Sempet sms ke ayahnya Ikhsan, nanya, apakah hp kado ayah untuk ikhsan, boleh ‘dilipat’ untuk nambah ongkos tuker tambah hp jadul ke hp ‘less jadul’. Jawaban ayah Ikhsan [...]

Potret kenyataan (3)

Pagi-pagi kemarin, aku juga dihadapkan pada potret kenyataan yang ‘khas’ keluarga dengan anak special needs. Bukan SELALU begini, tapi sering aku temui. Keluarga ini datang dengan formulir yang sarat data…. Anak tampak masih sangat autistik meski sudah berusia menjelang 6 tahun, terbatas kontak lingkungan, belum bereaksi terhadap pembicaraan, masih sangat sulit adaptasi bahkan tidak berhasil [...]

Potret kenyataan (2)

Kalau siangnya berhadapan dengan satu keluarga yang terjebak dalam lingkaran sistim pendidikan negara kita yang acak adut, lebih siang lagi, aku dihadapkan pada potret kenyataan lain yang membuat aku terharu. Ceritanya, mau beli kanvas buat remaja pelukis di rumah. Untuk menekan pengeluaran, belinya harus di Jatinegara, di sebuah toko yang memang menjual peralatan melukis dengan [...]

Potret kenyataan (1)

Kemarin dan hari ini, entah kenapa, rasanya kok aku dihadapkan pada sebuah potret yang sudah lama aku rasakan dan tidak aku sukai. Iya, aku sangat tidak suka pada potret ini. Potret apa? Potret ‘dunia pendidikan masa kini di republik tercinta kita’. Orangtua heboh banget ngejar yang namanya akademis. Segitu hebohnya ngejar sampai-sampai lupa esensi punya [...]

Ibu cari.

Aku pikir, sesudah dinyatakan lulus S2, ya udah gitu. Hidih, salah besar. Musti ngurusin perbaikan, ngadep pembimbing, ngeprint yang rapi, ngejilid (hanya bisa di Depok dan sekitarnya!), nguber tanda-tangan para petinggi fakultas, bikin jurnal dan bentuk CD dari tugas untuk masuk TA supaya dapet surat sakti dari perpustakaan…baru deh, dapet surat tanda lulus. Ngurusin yang [...]

Big Day 2

Bagian paling mengharukan dari semua peristiwa hari ini adalah sms Ikhsan ke aku. Selagi aku nunggu para dewa-dewi datang ke ruang tempat persidangan (hahaha…serem amat!), Ikhsan sibuk sms tentnag temannya yang gak dateng. Seperti biasa, complain kan dia… “teman tidak datang” —sabar lah sebentar juga datang “teman mau ke mal?” —tidak hari ini, tidak ada [...]

Big Day 1

Sudah berminggu-minggu degdegan…keringat dingin, gak doyan makan (sedikit), bawaannya stres… Pagi hari menjelang sidang, diare berat abis2an… Ngobrol sama ibu, ditanya: “mau ke mandiga?”… dijawab “ke depok”… Ditanya lagi, “oh, kuliah?”…. waduh… masa bohong?? tapi kalau bilang yang sebenernya, nanti ganti ibuku yang mencret2??? Jadi aku bilang, “seminar”… Hehehe… Jam 9:00 mustinya sidang. Udah siap [...]

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.