agaimanapun, sesudah hidup di negara orang beberapa waktu lamanya, hidup di negara sendiri rasanya tetap memberikan kenikmatan luar biasa. Meski negara ku ‘tidak aman’, kota ku sarat macet dan penuh ancaman banjir, pemadaman listrik terjadi nyaris setiap minggu, harga melambung tinggi…setidaknya, aku tahu aku adalah warganegara disini yang punya hak sama dengan orang lain.
Psssttt, aku merasa diriku menjadi orang pandai lho, di Qatar. Soalnya, kalau mereka mati airnya, mereka tidak tahu harus berbuat apa. Kalau aku? Ya eelllaaahhh, kan tinggal telpon Kiki si tukang pompa air! Kalau bola lampu mati? Duh, di tiptop juga ada, naik angkot aja bayar 2000, bentar juga sampai. Kalau gak ada makanan? Buset. Jangan kayak orang susah! Masak, buuuu… masaaakkkk *senyum simpul
Leave a Comment
No comments yet.
Comments RSS TrackBack Identifier URI



