Tertarik membeli buku ini?
Caranya mudah saja:
1. Kirim: email ke dyahpspt@dnet.net.id atau SMS ke 0813-1000-8864. Tulis buku apa yang Anda ingin beli, berikut jumlahnya.
2. Tunggu: email/SMS konfirmasi dari saya, untuk segera masuk ke langkah ketiga.
3. Transfer: ke rekening BCA Cabang Rawamangun, atas nama Dyah Puspita, no. rek: 094-006-2802
4. Konfirmasi akhir: akan diberikan via email/SMS dari saya, jika transfer uang sudah masuk ke rekening BCA. Buku meluncur deh, ke alamat rumah Anda.
CARA LAIN?
1. Telpon ke YAI di 021-797-1945…sebutkan keinginan Anda (beli buku!) dan alamat rumah Anda.
2. Catat rekening YAI, transfer sejumlah uang. Telpon lagi kalau sudah transfer.
3. Tunggu saja sampai bukunya tiba di rumah. Kasih waktu seminggu. Kalau tidak ada juga buku datang, telpon lagi ke nomer yang di atas untuk complain. Beres, dong?
Untaian Duka, Taburan Mutiara: Hikmah Perjuangan Ibunda Anak Autistik
[Dyah Puspita, penyunting Pangestuningsih, Bandung: Qanita, 2004.]
224 halaman, ISBN 979-3269-25-1
“Kisah dalam buku ini patut dibaca dan dijadikan contoh serta panduan bagi para orangtua, terutama yang anaknya baru didiagnosis sebagai anak dengan gejala spektrum autisme.” – dr. Melly Budhiman, Sp.KJ, Ketua Yayasan Autisma Indonesia
“Di tengah perjuangan membesarkan putranya seorang diri, Ita selalu meluangkan waktu – secara personal dan tanpa pamrih – merespons satu per satu permasalahan orangtua anak autistik di seluruh penjuru tanah air. Keberaniannya untuk secara blak-blakan berbagi dengan masyarakat yang lebih luas melalui buku ini menunjukkan ketulusannya yang sungguh menyentuh.” – Lydia Salim, ibunda Ryan Nugraha
Berbagai upaya ditempuh Ita demi ‘kesembuhan’ putra semata wayangnya yang autistik – upaya-upaya yang melelahkan secara fisik dan mental, yang bahkan mengoyak bahtera rumah tangganya. Ita pun sempat mempertanyakan kehendak Tuhan – mengapa harus aku?
Untaian Duka, Taburan Mutiara adalah catatan Ita atas perjuangan tak kenal lelah membesarkan putra autistiknya, Ikhsan Priatama. Tak disangka, di tengah badai duka yang harus dilewatinya, Ita justru berhasil menuai hikmah kehidupan yang sangat berharga. Hikmah itulah yang akhirnya membawanya menemukan potensi dirinya, untuk mengajar, memberi dan mengasihi sesama.
Emang rada terbatas, tapi gw selalu sedia di rumah sekarang. Buku pertama dan kedua…
Ehm, kalo boleh usul, buku 1 dan 2 dipisahin dalam 2 entries yang berbeda. Knapa? Supaya sejak awal pengunjung blog elo langsung tau bahwa elo udah melahirkan dua buku.
mbak kalo beli bukunya langsung dateng ke YAI iso ra???
nuhun
Wuitz… menarik tuenan…boleh juga bukunya, bisa jadi buku panduan teman-teman pendidik, hebat uei…. bisa order neh…
Ass, halo ibu Ita apa kabar? sebenernya saya surprise sekali waktu baca di bab pertama bukunya bu Ita “Warna-warni Kehidupan” seperti nggak percaya kayaknya saya kenal orang2-nya, wah suprise banget, semua keluarga saya kasih tahu
wah cerita kami ternyata dimasukkan ke buku-nya ibu Ita. Sejak ketemu ibu Ita dulu Alhamdulillah si buyung langsung terbebas dari pampers, sudah tidak pernah minta ngemut nasi lagi kalau marah dan perkembangannya semakin baik hingga sekarang, kecuali giginya yang sekarang mesti perawatan syaraf tiap minggunya di Kelapa Gading ;-(
saya uda baca tuntas..tas..tas..tas…pkoknya saya ga sabar bt nungguin buku slanjutnya bu…buruan bikin bukunya lg ya bu….hehehe,maksa…
January 24, 2008 at 9:09 am
Wah, asik. Ntar gw link ke blog gue yak? Biar yang dateng ke sana bisa pada pesen juga. Persediaan dah mulai ada lage neeeh? Hihihiiii.. kan wkt itu sempet g ada d mana2.