Ikhsan hilang…

Hari ini hari pertama jadi kembar siam dengan Ikhsan, karena bibi cs mudik.

Ninggalin ibu sepuh (82thn) di rumah, cepet2 pergi sama Ikhsan ke
ambassador mall yang ramainya minta ampun. Tujuan: beli usb wireless
supaya komputer ikhsan en laptop saya bisa internet secara paralel
bersamaan pakai modem yang sama, berarti biaya sama…plus ke
carrefour beli macem2 yang kelupaan dibeli.

Sempat mampir2 nungguin ikhsan makan, terus aku beli casing hape
(mika) yang udah pecah…yang tempatnya persis di sebelah tempat
majalah.

Di carrefour, ketemu Regina Panjaitan yang dengan nikmatnya berteriak
“IBU ITAAAAA” …karena dia sedang kisruh bingung mau ngapain karena
ditinggal bedinde sementara dia bawa tambur kesana kemari
(hahaha…kayaknya anaknya cewek deh…dianya hilang tuh
kesegarannya…katanya sih, berarti disedot anaknya yang bakalan
cantik secantik ibunya….katanya lho?!)…. Ikhsan ilang terus, but I
wasn’t worried karena hukumnya “kalau belum bayar tidak boleh keluar”.

Nah.
Sesudah dari kasir, aku mau ke ATM BCA en ambil karcis gratis parkir
(kan kalau belanja banyak, bisa minta). Baru nengok 2 detik, Ikhsan
hilang! Huhuhuhu….aku bingung deh langsung. Bawaan satu trolley gak
mungkin ditinggal…anak gak tau kemana…aku jadi musti kemana???

Selagi aku bingung clingak-clinguk sambil antri di ATM BCA disitu
juga, tiba2 hape aku bunyi. “BUuuuu…anaknya disini nih…” Ha?
Dimana?? “Saya yang tadi jual casing hape yang ibu beli…”… Astaga!
Itu ‘kan satu lantai di atas Carrefour?!
“Bisa gak anaknya diantar ke depan Carrefour??”.
Wah, bu, saya sendirian.
“Kalau gitu, bilang sama dia —ke ibu sekarang di bawah”.
Eh, dasarnya si SPG itu ‘kan gak tau, dia bilang gini ke Ikhsan “Eh,
kamu tuh, disuruh ibu kamu pergi ke bawah tuh..ditungguin” (duh,
panjang banget!!!).
“Mbak, mbak…bilangnya pendek ajaaa….IKHSAN, KE IBU SEKARANG…gitu
aja, mbak”.
“Udah bu, dia mau ke bawah….Eh, eh, kamu gak boleh bawa itu !!”…
Ha? Apa lagi tuh???

Duh..duh..duh…
Sekitar 2 menit kemudian, keliatan lah itu anak remaja jalan dengan
gontai di travelator. Aku teriak2 manggil dari bawah, eh, dia malahan
nengok2 ke atas. Aduh, mampuz..jangan sampai dia naik lagiiiii…

Pas akhirnya dia sampai, aku tereak, dia lihat aku, terus jalan ke
aku, tapi sambil mampir2 ke tempat video.. Wadoh…tambah sebel lah
aku… Tereak lagi deh, kali ini dengan kekuatan TOA yang full-force.
“IKKKHHHHSSAAANNNN”…ada mengkali seribu orang nengok gara2 suara aku
(hihihi). Begitu dia lihat aku, aku melotot dan mengacungkan telunjuk.
Berubahlah postur tubuh Ikhsan, langsung tegak dan mempercepat langkah
menuju ibunya. Phew….

Sambil jalan ke mobil, ngomel lah aku. Tapi supaya “ces-pleng” aku
pakai teknik “mengeluh”…sehingga dia lebih memperhatikan, dan
kelihatan sekali kalau ‘guilty’.

Pikir2….
Disini lah fungsi ID-Card yang selalu dikalungkan Ikhsan. DIsitu ada
nomer HAPE aku, plus foto aku dengan rambut putih ku. Itu sebabnya
tadi PSG langsung telpon aku…..
Gak terbayang kalau dia gak pakai ID-Card… Huhuhuhuhu….

Lega, lega, lega… Si Monas sudah kembali ke haribaanku… Amin,
terima kasih Tuhan…

Psstt.. mau lihat ID card-nya? Nih…Kelihatan gak? Ikhsan pakai kalung-ID

One thought on “Ikhsan hilang…

  1. Regina Panjaitan says:

    Tidak setuju!!!! Anakku emang cewe.. cantik..Tapi emaknya jauh lebih cantik…walaupun persaingan itu tetap berlanjut setelah bapake memproklamirkan klo Ma Cherry, bayi kecilku, sebagai tewe papi (baca: cewek papi.red).
    Salam ya buat Monas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s