Pengalaman pertama…

Buku pertamaku, Untaian Duka Taburan Mutiara, diterbitkan oleh Qanita Mizan Januari 2005 lalu. Isinya tentang kisah Ikhsan Priatama (anak tunggalku yang autis) sejak bayi sampai usia sekitar 14thn. Kebetulan aku ‘kan tergolong “aktivis” di komunitasi ini, jadi banyak juga cerita tentang yang lain..

untaian-depan.jpg

Nah, buku ke dua kan tidak diterbitkan oleh penerbit itu lagi…jadi ceritanya aku mau jadi penerbit Indie. Halah..ternyata gak gampang lho (meskipun juga gak susah2 amat kok!).

Yang paling seru buat aku, sebuah proses yang never-ending ..karena aku gak pernah puas!!!..adalah penyusunan ‘naskah’. Seru. Apalagi, buku yang ini, melibatkan banyak kisah orang lain, terutama teman2 Ikhsan dan atau mantan klien2ku di seluruh Indonesia. Seru kok..(ehm, promosi colongan nih).

Yang kedua seru, proses “editting”. Nah…kalau yang ini, udah jelas dikomandani sama ‘keponakan baru’ku–itu, suaminya Citra…si Hilman. Karena dia yang pernah kerja di penerbitan, dia lumayan banyak relasi di bidang itu. Jadi aku banyak terbengong2 aja waktu dia bilang “tah, gini..tah, gitu”. Dan mulailah naskah aku dikeroyok olehnya dan Moers@li. Yang bikin sempet ‘huhuhuhu’, adalah, itu naskah final yang aku kasih ke Hilman dalam bentuk CD, ternyata  BUKAN yang dia kasihkan ke Moers@ali. Huhuhu…yang dikasih adalah yang aku imel beberapa kali ke dia.

Padahal, sebelum aku burn ke CD untuk dikasih ke Hilman, itu naskah jalan2 ke Ratih (editor yang aku tunjuk, temen LIA) dan dr. Melly (ketua Yayasan Autisma, yang udah seperti mentor buat aku). Jadi udah banyak masukan yang udah aku olah. Maka, oh, maka…ketika hasil settingan Moers@li aku terima, heboh lah aku coret sana coret sini. Aku sih, seneng2 aja, lha wong karya sendiri! Apalagi aku terbiasa juga koreksi tulisan murid2ku…

Pas balik ke aku, dalam bentuk CD nih. Udah dimasukin foto-ilustrasi dan sebagainya. Kirain udah beres. Eeehhh…ada yang kelewatan lagi?! Huhuhuhu…. Koreksi lagi. Sekarang lebih juling, soalnya kan dikerjainnya dalam program PageMaker. Belajar lagi, deh ! Dua malem euy, ngerjainnya.. tanpa tidur.. Hahaha…excited nih ya!

Selama bolak-balik urusin setting itu, aku juga minta tolong sama HIlman untuk urus ISBN. Halah. Itu juga bolak-balik. Aku dapet info bahwa tinggal dateng. Taunya, musti pake kopsurat lembaga tertentu. Gak boleh nerbitin sesuatu atas nama pribadi. Ya udah, aku pake nama Yayasan Autisma Indonesia aja. Toh ntar juga lewat mereka jualnya… Iya, ‘kan?? Begitu dapet ISBN, berkat Hilman lagi!, duh, rasanya legaaaa deh….

Nah, sekarang perjuangan berikut adalah, nunggu rancang cover. Sesudah itu, baru deh, ke percetakan.

Soal percetakan, ada ceritanya sendirii nih. Nyari2 ‘kan kesana kemari. Maklum, indie. Duit cekak dong. Dapet sumbangan sih…hiphip huraaaa….tapi teteup dong, deg-degan.

Nah, Hilman kesana kemari, range harga yang kita berhasil peroleh adalah sekitar 8000-13000. Itu juga musti pake berantem supaya boleh cetak 1000 ajah. Rata2 maunya 2000 minimal. Halah. Gak pede, atuh!

Untungnya, ada temen SMA yang punya usaha percetakan. Sesudah aku ngobrol sama dia, terus dia baca bukuku yang pertama, eh, dia bilang, harga maksimal sekian (hihihi…gak mau bilang ah…biar misterius). Aku sampe bingung? Ha? Rupanya dia “terkesan” dengan perjuangan aku…jadi merasa perlu sumbang sesuatu juga. Duh, aku anggep aja ini rezekinya anak2 autis. I do this for them also, ‘kan?

Moga-moga sukses deh… Beli, dong!

4 thoughts on “Pengalaman pertama…

  1. salam kenal bu, gimana kabarnya ?, kebetulan aku beli buku ibu ” Untaian duka Taburan Mutiara ” , aku mau bahas di blog aku, tapi kok kelihatannya lancang ya secara aku bukan apa-apa.

    Jadi sebelumnya saya meminta maaf terlebih dahulu kepada ibu , kalau nanti pada ulasan tentang buku ibu ada kata-kata saya yang kurang berkenan.

    Saya salut terhadap perjuangan ibu, dan kebetulan beberapa temen saya di kampus ada yang memiliki anak berkebutuhan khusus dan rencana saya ingin menulis tentang kisah teman saya tersebut walau rencananya untuk kalangan sendiri.

    Wasalam.

  2. dicky says:

    Salam kenal,
    Begini bu, ada teman saya di surabaya mau ngurus ISBN.
    Saya boleh tau tidak bu dimana saya bisa menghubungi Pak Hilman untuk mengurus ISBN. Kelihatanya pak Hilman ahli mengurus ISBN, mungkin seperti biro jasa pengurusan ISMB begitu.
    Sekian, sebelumnya saya haturkan banyak terimakasih.

    Dicky H

    • Sebtulnya urus ISBN gampang sekali. Siapkan kertas surat dengan kop nama perusahaan, disertai dengan informasi tentang buku kita, lalu ke kantor arsip nasional. Kalau di surabaya, saya tapi tidak tahu.
      Sementara itu, pak Hilman bukan biro jasa apa-apa. Kebetulan dia keponakan saya, jadi ya, bantu2 saja.
      Semoga bermanfaat.

  3. Biuh…biuh….seru banget bu ceritanya. Saya bisa bayangkan serunya saat ibu harus mengoreksi dan mengedit naskah buku ibu itu. Tapi hasil bukunya kan…manthab! ya bu. Smoga bukunya laris bu,….lariiiisss!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s