The kiss

Pagi-pagi, berantem sama Ikhsan.
Gak tau kenapa, kok tereak-tereak, marah-marah. Aku marah lagi dong. Itu wajib. (hehehe)…
Mustinya aku sabar, sih. Tapi gak bisa euy. Lha wong lagi ngerjain tugas2 kuliah segambreng…

Nah, sesudah itu materi kuliah terkutuk (haha! konstruksi alat ukur, tepatnya) selesai aku burn…aku siap-siap mau berangkat ke sekolah tercinta. Seperti kebiasaan pagi-pagi, aku main piano dulu. Aku milih lagu yang udah lama banget gak aku mainin. Rada mellow, en penuh perasaan gitu.
Rupanya ada yang suka !

Tiba-tiba ada yang cium kening aku…
Aduh, so sweet…
This touching kiss from my autistic teenage simply melts my heart.

Love you with all my heart…

3 thoughts on “The kiss

  1. Gile, masak gw baru tahu ini blog… Thanks to Warna-Warni kehidupan yg baru nongol hari ini page 4…
    Btw, jadi pengen bisa main piano neh…, trus dicium keningku… alamakkkk romantis banget….🙂

  2. Ratrie says:

    Aduh bu Ita, kapan ya Argaku mau secara spontan cium aku, dia tuh kalo mau cium harus dipaksa dulu itu juga dengan setengah hati he……… Tp aku yakin dia mengerti bahwa akulah orang yang paliiing mencintainya, ya iyalah wong maknya gitu lho….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s