Hak anak..

Hidupku sejak beberapa tahun lalu, terbagi atas “kewajiban” dan “hak”.
Hidup Ikhsan juga begitu.
Kewajiban aku tentu saja adalah mengurusi kepentingan anak sendiri, ibu, keluarga, rumah tangga, plus kesehatan pribadi…dan hak aku adalah jalan-jalan, belanja-belanji, pijit, santai dua menit, kuliah, ketawa ketiwi, lho…. banyakan mana ya? Hahahaa…

Nah, sesudah memenuhi kewajiban mensukseskan Expo kemarin itu, sekarang giliran aku melunasi “hak” anak. Anakku sendiri.

Sudah beberapa kali dia sms ke aku “ikhsan busway”…dengan tanggal yang bervariasi.
Kemarin, dia sms “ikhsan busway 30 april 2008″… aku tanya, ‘sama siapa’ (sambil berharap dia tulis, ibu Ida – gurunya)…eh, ternyata dia ketik “ikhsan busway 30 april 2008 ibu ita”…mati aku. Ya sudah lah terjadi tawar menawar, “ikhsan busway ibu ita 1 mei 2008” dan dia setuju.

So, tadi pagi, di hari Kamis libur nasional 1 Mei 2008, aku sudah berjanji pada diriku, akan antar dia naik busway.
Jam 7:30, aku sudah rapi. Dia bengong. Lalu aku panggil, aku suruh dia lihat organizer dimana aku ketik “hari ini 1 Mei 2008, Ikhsan busway?”….wah, loncat dia secepat kilat…mandi, ganti baju…siap dalam sekejap !

Naik bajaj dari rumah, ke sunan giri, jalan pemuda situ ‘kan ada halte busway. Turun di Dukuh Atas, jalan sampai ke tengah sudirman (JAWUH NEK), naik yang ke kota… Niatnya sih, terus balik lagi, eh keterusan jadi sampai ke kota, terpaksa keluar dulu, bayar lagi, naik lagi… Mulai deh, error. Di tengah2 perjalanan menuju blok M (rencananya mau turun di ratu plaza terus ke carefour), ikhsan menatap “boobs” perempuan di sebelahnya, yang kebetulan pakai baju kaus dengan 3 kancing teratas terbuka. Si perempuan itu juga pakai baju-dalam yang membuat jadi kesannya ‘besar’ gitu (gaya Dewi Persik, deh !)…
Wadoh! Bakalan problem nih. Aku pegangin mukanya, dan aku bilang “tidak lihat”…eh, Ikhsan ketawa. Berarti dia paham, tapi tidak mau (dan tidak bisa) menahan diri. Aduh, daripada error, turun aja lah.
Naik lagi ke arah berlawanan, turun di bendungan hilir, jalan ke arah Plaza Semanggi. PUSYING !

Karena hari ini memang berniat untuk memuaskan hak anak, jadinya belanja majalah di Gramedia. Terus selesai? Ngayal!
Dia ketik “pizza hut” ketika aku tanya, “ikhsan mau makan?”… Wadoh.

Sesudah dari makan kenyang, ibunya teler ah… Pulang aja, naik taxi aja…

Ini sekedar foto2 di busway… Bandingkan antara busway yang ramai dan yang sepi. Tergantung koridor ‘kan??

Capeekkk ddeeeehhhhh…. naik busway. Tapi, kalau anakku senang, sapa takut ?

7 thoughts on “Hak anak..

  1. Dear Ibu Ita,

    Wadoh! Bakalan problem nih. Aku pegangin mukanya, dan aku bilang “tidak lihat”…eh, Ikhsan ketawa. Berarti dia paham, tapi tidak mau (dan tidak bisa) menahan diri. Aduh, daripada error, turun aja lah.

    Kalau boleh tahu, problem yg bakal timbul apa ya? Maklum, saya juga punya anak autis, tapi masih 8 tahun. Jadi pengen tahu…

    Salam.

  2. ita says:

    Kalau remaja autistik pria sudah ‘terpapar’ pada organ tubuh wanita, banyak kemungkinan terjadi: menatap nanar, menyentuh, tertawa-tawa gembira, memegang, dan entah apalagi… Problem ‘kan??

  3. ita says:

    Jawabannya? Ya sama saja dengan individu dewasa lainnya. Hasrat sama. Yang beda, ekspresi. Mungkin mereka (kalau tidak ditata) ya ekspresinya sembarangan gitu. Nah. Ngeri juga ya?
    Makanya….🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s