Lembar baru kehidupan kami… part two

Nah….
Sejalan dengan banyaknya permasalahan domestik, dan perubahan Ikhsan, Bude Renny usul, aku praktek di rumah saja. Hm. Makes sense….

Kamar tamu, dipindah deh, ke depan tivi. Itu untuk daerah kekuasaan ibunda, yang kata bude Hani, adalah the godmother (in a very loving way).

Tapi mulai dari pintu dorong baru, ke ex ruang tamu, sudah menjadi wilayah ‘rumahcipinang’ — tempat praktek aku, nyambung ke kelas ikhsan, nyambung ke kelas komputer…

Praktek?
Ya.
Mulai Juni 2008, aku merintis tempat praktek. Sesudah lulus tahun 1988 dari Psikologi UI, jadi Psikolog, akhirnya 20 tahun kemudian aku berani membuka praktek sendiri di rumah.

Insya Allah keputusan paling bijak.

3 thoughts on “Lembar baru kehidupan kami… part two

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s