Setiap akhir semester….

Sudah delapan tahun aku berkarya di sekolah autis Mandiga. It’s truly my baby.
Mulai dari nol besar, sampai akhirnya sekarang (alhamdulillah) menjadi bentuk sekolah khusus yang mendorong individu autistik untuk menjadi mandiri sesuai potensi masing-masing, sudah banyak hal yang aku lakukan bersama-sama dengan para guru dan staf.

Salah satu tugas besar adalah menyiapkan laporan akhir semester bagi setiap anak.
Bahasa kerennya sih, raport.

Berhubung ini sekolah ‘khusus’, jadinya gak mungkin semua hanya disampaikan dalam bentuk nilai-nilai saja. Ada juga sih, nilai-nilai kuantitatif dalam bentuk kolom dan tabel, berisikan frekuensi respons anak dan kualitas respons itu sendiri…
Taaapppiiii…. sejak sekitar 3-4 tahun lalu Ina, si pimpinan sekolah, meminta supaya kami membuat semacam ‘portfolio’ berisikan foto kegiatan anak serta hasil karya anak. Masuk akal sih. Apalagi, ada persyaratan yang diterapkan oleh Ina, portfolio ini harus berkonotasi positif.

Sampai sekitar setahun yang lalu, semua raport aku pribadi yang mengerjakan. Mulai dari isi tabel2 dengan nilai-nilai, sampai ke mengetik deskripsi setiap aspek yang patut dijabarkan. Termasuk, memilah foto yang diminta oleh guru…
Alhamdulillaah, sejak aku jadi mahasiswa akhir tahun lalu, Ina mensyaratkan agar guru-guru mengetik sendiri deskripsinya. Wuyh, that’s a very big help. Unie juga dikerahkan membantu memeriksa bahasa para guru, dan pada akhirnya aku fokus mengedit isi penjabaran mereka, ditinjau dari proses pembelajaran dan materi mereka… Tetap bukan tugas ringan karena murid Mandiga ‘kan sekarang total 18 anak euy. Bayangkan saja kalau setiap anak ada 25 lembar deskripsi… Juling juga kan meriksainnya??

Nah, maka, setiap akhir semester, sejak sekitar 2 minggu sebelum pembagian raport, suasana ini yang terjadi. Aku boyong komputer Ikhsan, plus printer. Semua komputer (total 3) di Mandiga, plus komputer Ikhsan, plus laptop aku (dan kadang laptop Ina juga) habis dijarah semua guru…. Gimana lagi? Berpacu dengan deadline ssiiiihhhhh….

3 thoughts on “Setiap akhir semester….

  1. Ha..ha..bisa kebayang deh Bu Ita repot-nya..disini Axel juga setiap tahun dapet report begitu /Annual Review rata-rata laporannya 8 halaman..semua segi dilaporin dan dibahas..trus ada satu lembar buat education plan-nya for next term.. …tapi di kelas Axel cuma ada 4-5 anak autis dengan 1 guru dan 2 assistants ..wah kerja keras banget dong ya bu Ita kalau harus ngelaporin individually 18 orang anak ya..tapi sekarang udah bisa berleha-lehalah ya Bu udah liburan ya disana??Selamat nyantai ya Bu..(ngayal!!!he..he..)

  2. Nyantai ah
    Biarin laporan setiap hari bertahap satu per satu, tapi wajib tidur dan leha-leha… Kan re-charge time sebelum semester mulai lagi…

    Selamat libur juga lho!

  3. Joesmiati says:

    Hai bu Dyah, namaku Mia, mama Daniel. Mau tanya kalau boleh; aku baca di salah satu artikel kalau Mandiga hanya diperuntukkan utk anak di atas 6 thn. Benarkah begitu?
    Pdhal anakku 4 tahun.
    Yang membuat aku tertarik dgn Mandiga adalah karena penggunaan PECS. Kebetulan dokter menganjurkan untuk terapi dengan PECS untuk Daniel yang memang belum bisa bicara (dalam bentuk kata). Di sekolahnya sekarang, kelihatannya mereka belum familiar dengan metode PECS. Dari yang aku baca; aku tertarik dengan metode PECS tsb (aku sedang dalam proses memesan starter kitnya supya bisa belajar sendiri karena aku bingung mesti tanya sama siapa).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s