Menerima..

Hidup ini, tidak selalu merupakan rangkaian kejadian yang menyenangkan.
Seringkali terjadi hal-hal diluar dugaan atau harapan kita.
Contohnya banyak banget. Bisa dilihat dari sudut fisik, mental, intelektual, ekonomikal, keterampilan, kemampuan…wah, banyak deh !!

Nah, ketika rangkaian kejadian terjadi di luar harapan kita, apa yang sebaiknya kita lakukan?
Menangis?
Berteriak?
Marah?
Memaksakan kehendak supaya kejadian berubah lagi seperti yang kita mau?
Terus menerus mengupayakan supaya keadaan berubah?

Well…bila itu berkaitan dengan keterampilan dan penguasaan kebiasaan, mungkin saja ketidak mauan kita menerima kenyataan bisa membuat kita makin produktif.
Tapi itu belum tentu lho.
Bisa aja sikap kita itu malah bikin keadaan makin kacau balau.

Apalagiii…kalau berkaitan dengan perasaan, emosi, dan berbagai hal lain yang abstrak sifatnya.
Lha yang fisik aja gak bisa dipaksain (misal, tinggi badan, pakai kacamata, uban ..hehehe…sifat genetik tubuh) apalagi yang berkaitan dengan HATI ! (misal, gak suka jadi suka, gak sayang jadi sayang, gak minat jadi minat).

Intinya adalah…. MEMAKSAKAN kehendak, merupakan pelanggaran hak asasi manusia lho.
Karena merampas kebebasan orang lain, kebebasan untuk menetapkan apa yang mereka kehendaki. Jelas-jelas merampas KEMERDEKAAN orang lain.

Jadi gimana dong?
Bisa gak, sih…tidak memaksakan kehendak tetapi menerika keadaan seperti apa adanya??
Menerima kenyataan.
Susah, ya?
Bukan gak mungkin, tapi, ‘kan???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s