mengharukan sekali..

Setiap tahun, Bibi (pengasuh Ikhsan) pulang kampung. Itu sudah pasti.
Setiap tahun, Bibi pulang naik bis antar kota karena pulangnya ke Jember.
Setiap tahun, Ikhsan antar Bibi ke terminal, terus lihat dengan mata kepala sendiri bagaimana berbagai barang bibi dipindahkan dari mobil ibu ita, ke terminal…

Mulanya, tadi rencananya Bibi naik taxi dengan 4 kardus besarnya …plus ransel dan tas besar. Maklum, oleh-oleh kan banyak buat anak-cucu-keponakan dan handai taulan. Itu karena aku masih nungguin Ikhsan belajar sama ibu Ida, dan di rumah banyak krisis: telpon mati, komputer Ikhsan gak bisa print, kompor gas mau diservis… Semua itu ‘kan berarti, aku nungguin orang-orang yang mau ngebenerin ‘kan?

Ternyata, Ikhsan punya skenario lain.
Begitu dia lihat Nati dorong-dorong kardus ke teras depan, dia gelisah. Gak bisa lagi konsentrasi. Udah gak mikir belajar lagi. Pikirannya udah kesana kemari… Sibuk banget deh, pokoknya. Akhirnya dia ambil hape, terus begini percakapan dia sama gurunya:
Ikhsan (IPS): Ikhsan mau pergi.
Bu Ida (BI): Mau pergi kemana?
IPS: Bibi.
BI: Ikhsan mau ikut Bibi?
IPS: Ya.
BI: Ikhsan mau ikut Bibi pulang kampung?
IPS: Tidak
BI: Mau ikut kemana?
IPS: terminal

Halah.
Rupanya dia mau anter. Mau perpisahan di terminal. Kepingin lihat.

Dan ini lah yang terjadi di terminal, ketika semua barang sudah turun, dan anakku dipeluk habis-habisan oleh pengasuhnya yang sudah mengasuh dia sejak dia umurnya baru menjelang 5 tahun…

Sepulang dari sana, kita lewatin Giant Rawamangun Square, yang ada kfc-nya. Aku tanya, “ikhsan, kita pulang?”…dia senyum-senyum aja… Terus aku tanya lagi, “mau makan?”… Duh, lantang dia bilang, “YA”.
Ya ampun, ini bocah. Ternyata udah punya skenario di kepala: anter bibi ke terminal lalu makan di kfc.

🙂

4 thoughts on “mengharukan sekali..

  1. Maknya Hanif says:

    WAh Bu Ita, terharu ngebacanya. Ikhsan ternyata peka ya terhadap situasi, paling tidak dia peduli, mau anter bibi, meski mungkin sekalian mau minta makan kfc. Berbahagialah Bu, punya pengasuh setia seperti bibi. Mudah2an bibi juga selalu sehat jadi Ikhsan selalu bersama orang yg bisa dipercaya. Saya pengen banget punya bibi spt itu, tp blm kesampaian. Saya kira pengasuh yg udah ikut saya sekitar 4th mau setia, eeh, thn ini malah pamit, nggak ikut saya lagi. Maklum, masih 20 tahunan, kayaknya udah mulai punya kesibukan “asmara”. OK deh Bu, met enjoy bertigaan aja sama Ikhsan dan eyangnya. Saya mau hunting pengasuh baru. Pusyiiiing…
    Hehehe, maaf jadi numpang curhat.

  2. Tidak ada yang sempurna lho di dunia ini.. Yang sempurna ‘kan cuma Tuhan. Tapi tetep lah saya bersyukur dapat pengasuh yang bertahan begitu lama… Insya Allah jauh dari masalah gonta-ganti pengasuh. Betul, PUSSYYYIINGGG….🙂

  3. mingga says:

    Ita, baru nemu blognya. Bener hiperaktif lo….. Kaya banget, inspirasional, n entertaining. Ikhsan ngasi perspektif baru, afeksinya n kebutuhan sosialnya itu ……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s