Dukungan keluarga besar.

Punya anak autis, berat.
Itu fakta yang (sebaiknya) tidak usah dibantah deh. Banyak hal yang untuk orang lain tidak menjadi masalah, untuk keluarga dengan anak autis, masalahnya luar biasa deh.
Seperti yang terjadi pada keluarga kecilku yang hanya terdiri atas aku, ibuku, dan anakku. Buat yang belum tahu, ibuku umurnya 83 tahun – tidak terlalu bisa melihat, dan jalan pakai walker. Anakku, ya jelas autis lah, gak bisa bicara, 17tahun. Tidak mungkin keduanya dibiarkan sendirian berduaan. Bisa macem2 tuh yang terjadi: ikhsan hilang, ibuku stres terus sakit parah atau jatuh karena berusaha mencari Ikhsan. Parah ‘kan?

Maka ketika bibi telpon dari kampung dan gak bisa datang on time (7 oktober), padahal aku musti kuliah tanggal 10-11 oktober dan masuk mandiga 9 oktober….rasanya kalang kabut. Siapa yang jaga ibu dan anak di rumah??? –itu yang berkecamuk di kepala. Ibu sih, dengan segera bisa aku antar ke rumah kakak ku. Tapi Ikhsan? Kalau dia disitu, pasti gak betah lama, dan disitu ada senja, si bayi, yang ketakutan kalau lihat ikhsan. Duh, kasihan dong…

Mulanya aku nyoba ayahnya Ikhsan. Siapa tahu. Ah, tegas dijawab, tidak bisa tanggal 10. Tapi tanggal 11 (mungkin) bisa… lalu sibuk bertanya tentang jam jemput, jam antar, dan akhirnya muncul sms “harus diatur dulu, lihat jadwal antar anisa les balet di namarina”. Entah mengapa, sms itu membuat aku rasanya hancur lebur…down banget. Apa boleh buat, penolakan memang tidak pernah nyaman. Apalagi kalau kita sebagai ibu, menjadi saksi penolakan anak, oleh ayahnya sendiri…dan itu terjadi bertahun-tahun lamanya. Sigh.

Tentu aku sedih. Tentu aku lalu ingin berbagi. Pada siapa lagi kalau bukan ke keluarga sendiri? Aku telpon kakak ku, untuk minta bantuan problem solving. Wah, bantuan solusi bertubi-tubi datangnya…
Mbak Renny bilang, “udah, mamah dan ikhsan di pondok bambu aja..kan banyak orang…ntar diajak jalanjalan atau apalah”… Mbak Hanny bilang, “anak-anak kan mau dateng, besoknya mau dinner”..

Apa yang terjadi pada hari H?
1. Ibu Ida datang dari jam 07:45 karena hari jumat itu, aku harus ada di Mandiga jam 9 tepat…
2. Ikhsan belajar sama bu Ida. Ibu sepuh harus di kamar, tidak boleh jalan-jalan kesana kemari..
3. Aku ngebut ke Mandiga, langsung ngadepin klien…
4. Jam 10, sms mas Widi..ada dimana? dia jawab: udah di cipinang. Addduuuhhhh…senangnya ! Langsung telpon rumah, bilang ke diani, tolong goreng kentang nanti siang..karena aku rencana mau pesen delivery kfc ember isi 5.
5. Wah, delivery gak bisa ditelpon… Telpon rumah lagi, minta tolong mas Widi ke kfc beli ember isi 5.
6. Jam 11 ada sms dari bu Ida, “bibi sudah datang dan ikhsan senang sekali!”. Wuaduh, senangnya! Langsung telpon ke rumah, instruksi macam2, suruh istirahat, dan bilang, ‘nanti malam beli sate saja; bibi gak usah masak’.
7. Ada sms dari bude Renny…. “perlu pulang cepet gak? makan siang mamah apa? jangan sampai kelaperan” …cepet2 aku jawab: sudah ada widi-diani dan bibi datang…siang makan kfc ember dan kentang goreng; malam rencana beli sate saja. Terus bude Renny jawab lagi, “aku sudah suruh genduk masak, sudah diantar…lihat aja dulu, jangan beli sate”.

Alhasil…dengan semua teratur rapi seperti itu, aku tidak jadi pulang lagi dari Mandiga, tapi dari Mandiga langsung ke Depok.

Duh.
Rasanya luar biasa deh, dukungan keluarga besar untuk seorang aku.
Tanpa mereka, mungkin aku gak akan bisa survive seperti sekarang.

Terima kasih keluarga besar rumahcipinang.
I love you all.

2 thoughts on “Dukungan keluarga besar.

  1. Tidak ada yang lebih indah dan berarti dari kasih sayang…
    Hufff saya jadi ngiri dengan ibu….
    Untungnya.. Tuhan beri aku.. badan yang mau diajakin pontang-panting. Tanpa suami (suka dinas luar kota), tanpa keluarga besar (kita tinggal berjauhan semua), tanpa sahabat (yeah… kapan sempat bangun persahabatan “serius”.. adanya juga orang-orang yang bisanya say hello dan interaksi seperlunya yaaaa)

    Welah… gak nyesel kok hidup seperti ini… aku baaahhhaaagggiiiiaaaa. Karena selain hidup memang sangat disyukuri… aku tahu Tuhan juga sayang padaku… jadi aku dikasih “soal-soal sulit”…. biar cepet jadi”insan khamil”….

    Makasih ya bu… sharing-sharingnya… bikin aku makin kuat aja….

  2. Hidup ini indah.
    Hidup ini untuk disyukuri….

    Jalan kita mungkin berbeda, tapi pasti masing-masing ada tujuannya. Dan entah kenapa, saya berpikir, hidup ini tidak ada kebetulannya tuh….

    Alhamdulillah bahwa sharing bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s