Menjelang Tahun Baru..

Tiba-tiba terbersit di benak…eh, udah mau tahun baru (lagi).
Langsung terdiam.
Bengong.
Mikir.
Termenung.

Apa yang sudah aku lakukan di tahun 2008 ini? Sudah tercapaikah harapanku di akhir tahun lalu?
Ah, ya. Berhasil menerbitkan (dan alhamdulillah, cetak ulang) buku ke dua. “warna-warni kehidupan”—tentang anak autis remaja…dan berbagai permasalahannya.
Oia, berhasil menuntaskan semester 2 dengan nilai yang “lumayan” meskipun hiruk pikuk bikin Autism Expo di bulan April. Lumayan geda tuh, acara. Jadi, bisa menuntaskan semuanya pada waktunya dengan hasil yang ‘not that bad’…boleh juga. (Semester 3, gimana ya? Hasilnya masih awal tahun depan, nih… Deg-degan juga).
Apalagi ya? Ah, ya.. Ikhsan berulah…gak mau lagi ke Mandiga, jadi lalu dibuatkan kelas baru di teras rumah, persiapan ‘homeschooling’ karena tidak mau ke Mandiga lagi (udah gak se-level, gitu mungkin pikirnya…). Selain kelas itu, jadinya aku buat kamar praktek juga, dan sejak September, aku praktek di rumah. Keputusan yang sangat bijak, ternyata..
Ada lagi ? Apa ya?
Oia, the best thing ever… Ikhsan berkembang banyak sekali. Baik dalam emosi, kematangan, komunikasi… bahkan, ketertarikan ke lawan jenis juga banyak sekali berubah. Masih sih, masalah kulit jadi agenda kami. Apaboleh buat, masih harus diperjuangkan!

Ah, disamping keberhasilan, kegagalan sih, banyak.
Yang sakit karena terlalu lelah (fisik dan mental), yang ‘salah’ menilai orang (kasus OKJ, NK, JB), dan terlibat salah paham juga ada. Apa boleh buat, namanya juga ‘manusia biasa’.
Enam bulan terakhir, sangat berwarna rasanya. Alhamdulillah, warnanya ‘cerah’ dan langkah (meski tetap dengan beban yang sama) rasanya jauh lebih ringan. Beban terbagi ? Insya Allah. Untuk seterusnya? Aduh, pertanyaan susah. Hanya Allah swt yang tahu apa kelanjutannya. *cemas*

Nah.
Tahun 2009… apa ya yang ingin aku raih? *blinking*

Ah, iya..kepingin banget selesai S2 in time. Biar gak usah nyumbang lagi ke UI. Males dong, nambah bayar nya kalo molor TugasAkhirnya… Tapi, itu berarti harus kerja keras. Apalagi, Ikhsan terus menerus minta perhatian, minta teman, minta ini minta itu.

Yayasan akhirnya pindah ke pavilyun sebelah. Berarti, bisa dua nih: tambah enteng, atau tambah berat urusan aku. At least, kalo disuruh rapat atau periksa ini itu, tinggal nembus connecting door aja sih, gak usah menembus kemacetan sepanjang Buncit (udah sepuluh tahun lho disana!).

Apalagi ya?
Pingin juga sih, bikin buku lagi.. tapi belum tahu tentang apa.
Pingin juga tetap sehat, lahir batin. Ini harus jadi prioritas rasanya.
Pingin lebih kurus (ha!)…biar makin sehat, ‘kan?
Pingin terus berkarya, keluar kota, kesana kemari, biar tambah wawasannya. Bukan cuma di dunia autism, tapi juga di psikologi, bahasa, penulisan, musik. Semua yang aku suka, deh!
Pingin Ikhsan tambah pintar, tambah matang, tambah tenang, tambah terkendali perilakunya, tambah komunikatif, tambah sayang sama aku…en of course, tambah HAPPY.
Pingin gak terlalu panik dengan keuangan lagi, dan untuk itu, aku udah nambah kerjaan lagi nih yang berlaku mulai Januari ntar.

Ya Allah, lindungilah kami, berkahilah langkah kami.

Manusia berencana, tapi yang menentukan, Tuhan juga ‘kan?

Selamat Tahun Baru 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s