Dapat teman.

Ikhsan berbulan-bulan sms aku : “ikhan mau teman”.

Halah.
Kayak bisa beli di warung ujung jalan aja. Susah, tauk.
Apalagi, Ikhsan punya kriteria untuk teman yang sesuai untuk dia: senang belajar, pintar, tidak ribut…. dan kriteria tambahan kalau temannya perempuan: cantik.
Buset, buset,buset.

Sesudah macam-macam upaya, akhirnya ada dua kali kesempatan dimana ikhsan belajar bersama dua teman yang berbeda: Alit (teman mandiga yang sama2 sudah remaja) dan Nadya (teman baru, perempuan 9 tahun).

sdc13063

Yang menarik, Nadya ini sempat punya sejarah trauma sekolah sehingga tentu harus ada prosedur khusus supaya menjalankan adaptasi dengan tenang. Nah, hari pertama, masih teriak. Hari kedua, teriakan heboh, pakai pukul meja, dan sampai harus dievakuasi sebentar oleh ibunya ke mobil selama beberapa waktu sebelum akhirnya belajar lagi sama Ikhsan.

Ikhsan reaksinya lucu.
Dia sms aku.
“Ikhsan tidak mau teman”.
“Ada apa?”
“marah takut”
(ooohh…temannya marah, dan ikhsan takut)
“Ikhsan tidak usah takut. Kan ada ibu Ida dan ada ibunya Nadya”
“ikhsan tidak bisa belajar berisik”
(taeeelllaaaaa…..belagu)
“tidak apa-apa kan teman ikhsan masih baru”

Diiaaammmmm, lalu jam 11 lewat, ada sms dari Ikhsan “ikhsan harus sabar”. Jjiieeeee….

Kalau menurut gurunya, sesudah marah-marah heboh dan membuat keributan, pada akhirnya teman Ikhsan bisa belajar selama beberapa waktu. Ibu nya berharap bisa datang lagi minggu-minggu berikutnya. Tentu saja aku sambut dengan tangan terbuka, mengingat memang kita harus sabar dan konsisten membawa anak agar trauma hilang secara perlahan tapi pasti.

Apa faedahnya untuk Ikhsan?
Wah, faedahnya luar biasa dong! Pendewasaan, kesabaran, keikhlasan, dan berbagi. Itu tidak akan ada pembelajarannya di sekolah manapun!
Dia harus belajar mengerti dan menerima bahwa kadang orang lain perlu bantuan, dan itu memerlukan pengorbanan dari pihak dia. Tidak ada proses yang berlangsung secepat kilat. Dan yang paling penting: ketika sudah memilih sesuatu, terima konsekuensi dari pilihan itu. Pingin punya teman? Well, teman itu bermacam bentuknya. Terima, dan, syukuri.

sdc13129

sdc13131

3 thoughts on “Dapat teman.

  1. sekarningrum says:

    bunda…sepertinya faedah itu jg berlaku ..buat saya,untuk sabar menerima lingkunga sekitar dengan apa adanya *-*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s