AUTISM AWARENESS… forever?

Aku praktisi psikologi, sudah banyak yang tahu.
Aku aktifis di dunia komunitas autism, juga sudah banyak yang tahu.
Aku mengajar bahasa inggris?? Hm…sepertinya belum banyak yang tahu. Padahal, profesi itu sudah aku geluti lumayan lama… dari tahun 1996-an gitu. Sempat jadi Supervisor segala, yang harus ngelatih guru gitu. Sekarang sih, partime teacher aja lah..duakali seminggu @ 2 kelas.

Ketika buku pertama terbit (Untaian Duka Taburan Mutiara) lumayan heboh tuh teman-teman yang kenal aku, termasuk guru2 yang barengan kenal aku di LIA. Kebetulan ada teman, Ratih, yang musti nulis buat textbook..Maka dia minta ijin untuk ambil sebagian materi dari buku UDTM. Begitu textbook itu beredar di komunitas LIA, heboh lagi deh. Lha wong satu bab kok ya isinya tentang Ikhsan Priatama dan ibunya… Mau tau ceritanya? Ya sana, baca aja buku textbook Intermediate 3 keluaran LIA. Hehehe.. Lesson 7 ya, “Your pain is my pain” kalau gak salah gitu judulnya.

Sedari pertama textbook itu dipakai, aku berhasil menghindar dari mengajar level itu. Aku senyum aja setiapkali diledekin temen2 yang bilang “ikut aku ke kelas ku dong, mbak…lagi mau ngajar tentang Ikhsan nih”. terserah, gitu aku pikir…pokoknya bukan gw yang ngajar!

Untung tidak dapat diraih, malang tidak dapat ditolak, term ini, aku dapet level itu. Jadi aku bakalan terpaksa mengajar tentang diriku sendiri ! Duh, males banget. Dari pertama mulai term (Januari) udah maleeessss banget ngebayangin lesson 7 itu.
Maka, kebetulan yang sangat indah ketika minggu lalu musti ke Makassar dan Medan. Bolos ngajar 4x berturut-turut…dengan harapan tersembunyi = lesson itu diajarin sama guru2 pengganti..jadi gw BEBAS. Kejadiannya??? Duileeeeee….gak kebayang!

Rupanya anak2 kelas ku itu, JANJIAN untuk bilang, “Belum dicover sama guru sebelumnya, mam”. Aku sampe ngotot2an (secara tadi Ruri bilang, udah dia bahas pas aku gak ada). Tapi berhubung murid2 juga ngotot, akhirnya aku yaaaai, terpaksa cover lagi dari a sampai z tentang cerita itu. Addduuuhhh… kebayang gak sih, malesnya ngomongin diri sendiri ??

Yang menarik… ternyata anak2 SMA itu, tertarik dengan topik itu. Jauh lebih tertarik daripada yang aku bayangkan. Pertanyaan2nya itu lho: “bener gak sih, mam, bahwa mereka gak boleh makan gorengan”. “Mam, katanya guru saya, anak autis punya kelebihan ya? Ada temen saya sekelas yang autis juga”… “Mam, mereka punya masa depan, gak?”… “Gak bisa disembuhin, ya?”

Murid2 ku yang SMA dan mahasiswa itu semua tidak ada yang tahu, bahwa aku sempat ingin menangis tadi. Sedih betul harus bercerita tentang “the story behind” kejadian2 dimana Ikhsan disetrum, misalnya. Atau, betapa frustrasinya orangtua yang punya anak autis. Atau, menjelaskan, bahwa, yes indeed they have a future…. padahal, aku abis dapet cerita di medan tentang individu autistik dewasa umur 30an yang bahkan tidak mau pakai baju, tidak bisa keluar kamar, dan buang air bahkan di kamar itu juga…

Jadinya tadi aku ‘autism awareness’ deh di tengah kelas…
It was a nice experience. Not an easy one, but still…an enjoyable one.

Oh ya, minggu lalu ada anak temen ku yang juga belajar di LIA, khusus bilang kalau “hari Rabu nanti dibahas ceritanya Ikhsan, lho, tanteeeee”… Hehehe… ngetop deh.

*ddduuhhh..sapah sih yang iseng kasih kelas level itu ke aku? sentimen, sentimen, sentimmmmeeennn*

sdc13643

sdc13645

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s