what’s in a name?

Kata-kata tersebut terlintas aja di benak sesudah denger orang manggil aku dengan istilah yang tidak lazim.
Huh?

Iya.

Dari lahir, kami-kami 5 bersaudara selalu dapat nama lengkap dari papahku, dan nama panggilan dari ibuku. Nama lengkapku dirancang penuh perasaan oleh papahku: Dyah Puspita Asih … Dyah – anak perempuan, Puspita – bunga, Asih -kasih sayang.
Ceritanya, aku kan produk orangtua karena terpisah jarak akibat tugas. Lha wong rencananya kakak ku lah si bungsu, eh, mbrojol lagi satu perempuan ini…
Belakangan nama Asih jarang aku pakai, alasan kepraktisan aja. Jadi kalau ada yang nyebut namaku DPA atau Dyah Puspita Asih, pasti mereka berasal dari lingkungan ja-dul deh (zaman sebelum aku masuk UI dulu)….

Nah, mustinya kan jadinya aku dipanggilnya Ita, dong?
Kan mamah kasi nama panggilannya itu. Ah, sapa bilang. Ngayal. Nih, panggilanku macem2.

diahpus = SD
Lho? iya. Di kelas ku dulu, di SD Perguruan Cikini, ada 2 Dyah dan 2 Ita. Dyah Irawati, anak satunya, anak menteri (Ir. Sutami) jaman itu..jadi dia yang berhak dipanggil Dyah. (Hahaha). Ita yang satunya, Ita Laksmini, udah masuk SD itu dari kelas 1, sementara aku, masuk dari kelas 3…. Jadi yaaaaa… aku dipanggil DiahPus. Maka, kalau jaman sekarang ada yang manggil DiahPus, berarti, dia berasal dari aku jaman jahiliyah, eh, salah, jaman SD.

Nama lain yang te-o-pe adalah Ita “bulu”.
Kenapa? Haiya…karena tanganku berbulu.
Ini sih, dari SMP udah lancar. Kan banyak yang namanya Ita. Ita sapa? gitu orang nanya. Ita ‘bulu’…pasti orang tau yang mana.
Julukan ini terusnya disingkat jadi Ta’Be *ta-bulu–tepatnya*

Kadang (karena iseng) orang mengasosiasikan aku dengan ‘pasangan’ (cinta monyet) waktu SMP-SMA. Gak usah disebutin namanya ya. Ntar orangnya pada ge-er. Hehe.. Yang jelas, pas reuni, kalo tuker2an nomer telpon, ada aja yang iseng masukin nama ku dengan “Ita-Y” atau “Ita-D” seperti jaman dulu. Cape deeee…

Nah, akhir2 ini, berkembang lagi panggilan lain, Ita-autis.
Buset.
Ini sih jelas karena aku bergelut dibidang itu. Jadi kalo di lingkungan psikologi, bingung mencirikan aku, biasanya pada nyebutnya begitu. Soalnya kalo disebutnya Dyah Puspita belum tentu pada tahu. Gak segitu ngetopnya sih dulu. :p

Di rumah, semenjak ada keponakan pada lahir dan susah nyebut nama sesungguhnya, muncul sebutan baru: Tatah = tante Ita.
Ini panggilan udah bertahan selama 33 tahunan lah…sejak keponakan pertama lahir. Alhasil suami para keponakan juga panggilnya sama, dan anak-anak keponakan (cucu, ya?) panggilnya jadi “eyang Tatah”. Hahahaaa…

Selain nama-nama itu, ada lagi sebutan untuk aku: DePe. Dari Dyah Puspita, inisialnya.
Sebenernya aku suka dengan sebutan ini, tapi akhir2 ini lumayan bete. Lah suka diasosiasikan sama Dewi Persik. Males dong!! :p

Sesudah aku kuliah lagi di tahun 2007 dan ternyata termasuk yang ter-sepuh di dalem kelas/angkatan, maka muncul panggilan, “Mbah”, atau “Eyang”.
Itu juga dipakai oleh para rekan sesama orangtua yang ngeledekin…bayangin, apa gak jatoh merek nih, dari jauh diteriakin, “eyaaaannggggg”. Tsah.

Selain itu, di LIA, temen2 dengan bebas merdeka kasih panggilan macem2.
Ada yang EmDi (dari Mbak Di), atau malahan sering dipendekin aja: em. Haiya.
Yang tahu nama kecilku, bakalan bilang, “mbak it”, atau, dipendekin juga dengan “mbak I”.

Ada juga terapis yang manggil aku dengan “bu it”.
oia ada istri sepupu yang manggil aku “bude”, “bude it”, “mbak it”

Nah.
Bener kan, cocok kalo aku sering inget kalimat “what’s in a name?” ……

Ita, Dyah, Diahpus, Bulu, Ta’be, Tatah, Eyang Tatah, Bude It, Mbak It, Mbak I, Emdi, Mbak Dy….

Tauk ah.
Yang penting, si Ikhsan anakku tahu, bahwa aku, selalu akan menjadi “ibu Ita”nya tersayang.

🙂

One thought on “what’s in a name?

  1. mbak Renny says:

    Kayaknya ada salah pengertian tentang “si Bungsu” selama ini ya. Kakak langsung DPA itu putera bungsu (anak sulung adalah laki2, sudah lama meninggal), sedangkan DPA adalah puteri bungsu (ada 2 kakak perempuan). Jadi begitu ceritanya. Ada putera bungsu dan puteri bungsu, dari lima bersaudara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s