Ibu cari.

Aku pikir, sesudah dinyatakan lulus S2, ya udah gitu. Hidih, salah besar.
Musti ngurusin perbaikan, ngadep pembimbing, ngeprint yang rapi, ngejilid (hanya bisa di Depok dan sekitarnya!), nguber tanda-tangan para petinggi fakultas, bikin jurnal dan bentuk CD dari tugas untuk masuk TA supaya dapet surat sakti dari perpustakaan…baru deh, dapet surat tanda lulus.
Ngurusin yang begituan, menguras energi, waktu, dan uang. Maka, lumayan PENING dot com.

Pada saat lagi pening-peningnya….pas lagi nunggu ketemu pembimbing…. Ikhsan berulah lagi.
SMS kesana kemari.

Dia rupanya NGATUR acara ‘outing’ yang diikuti Ikhsan, Alit, Luthfi. Ha?

Dia sms bu Dewi (ibunya Alit), ngajak Alit supaya dateng ke Cipinang. Gagal. Lha ya iya lah, lha wong ibunya Alit baru abis operasi sinus. “Alit tidak cipinang tidak supir”…gitu lapor dia ke aku.
Aku pikir, udah selesai.
Eehhhh…enggak!
Dia punya ide lain: dia yang ke rumah Alit, buat jalan2. Dia tanya ibu Dewi “Ikhsan boleh rumah Alit?”.
Ya jelas dijawab, “tanya ibu dulu”…dia diam. Tapi terus nanya gini, “LUthfi boleh ikut?”… ya jelas dijawab, “boleh”.
Apa coba yang dilakukan si Ikhsan? Dia sms aku, “Besok pagi main rumah Alit mall bawa uang banyak”.
Waduh!
Aku bilang, “Iya, nanti ibu kasih seratus ribu”‘
Dia sms lag, “uang ikhsan ambil bibi” —- HAHAHA…. emang! Aku nyuruh bibi-nya ambil uang dari dompet ikhsan buat bayar guru gambarnya, karena ibunya LUPA ninggalin uang…. Hahaha…
Dia sms lagi, “sudah besar harus ada uang”.
Ta’elaaaaa….
Aku jawab aja, “Betul. Nanti jual lukisan supaya ada uang”.
Ehhhhh…jawab gini, “tidak jual”
Aku jawab, “kalau tidak jual, uang darimana?”
Dia jawab santai “ibu cari”.

Hidih! Anak siapa ya?
Tentu saja aku tertawa terkekeh waktu baca sms dia yang ‘apa adanya, jujur, tanpa tedeng aling-aling’.

Besoknya, pas ibunya musti ambil buku TA yang dijilid, terus berburu tanda-tangan di kampus … si anak jangkung ini jalan-jalan sama teman-temannya ke Pejaten Village mal.
Diantar, ditinggal, terus disuruh tunggu sampai jam 2, dijemput lagi.

Aduh, anakku sudah besar!
Btw, siapa bilang anak autis ‘tidak berteman?’. They do !
Copy of SDC10409

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s