Kita tidak pernah boleh berhenti berusaha

Kalimat itu dulunya hanya terasa ‘cliche’ saja.
Gampang soalnya ngomong gitu. Ngerjainnya kan setengah matek, apalagi kalau Anda menjalani hidup penuh dengan perjuangan bersama putra tunggal yang autistik dan tidak bisa bicara, boro2 sekolah di sekolah reguler…

Tapi, dua hari ini rasanya luar biasa. Kelelahan berusaha tidak terasa lagi, sudah lupa!
Biarpun Ikhsan sudah terapi dari umur 3 tahun, sudah mulai sekolah khusus umur 9 tahun, dengan segala up and downs yang tidak bisa diceritakan lagi saking melelahkannya…. tidak pernah bisa diramalkan hasil akhirnya karena terlalu banyak faktor yang menentukan. Jadi saya hanya bisa berusaha, berusaha, berusaha, berusahaaaaa…teeerrrruuuussss diseling rasa depresi-putus asa-lelah lahir batin.

Hari Selasa:
“ikhsan mau naik busway kamis”…. ooohhh…. sigap aku balas “boleh, mau sama siapa?”
“ibu ita mau?” —– duuhhh….luar biasa, dia mengajak aku !! Luar biasa ! Lalu aku tanya “Luthfi ikut?” (L adalah teman dia belajar, yang berisiknya bukan main, hiper nya bukan main)
“tidak” — wadoh. Gimana dong? Kan Kamis temen mu dan guru mu dateng??
“rabu study kamis tidak jumat study kamis ikhsan mau pergi busway ibu ita” — dia atur jadwal !!! biasanya guru datang selasa-rabu-kamis (plus temannya di selasa-kamis), dia ganti jadi selasa-rabu-jumat.

Kenapa aku senang?
Hari Kamis biasanya aku tidak kemana-mana…urus urusan domestik dan janji2… dan Ikhsan menyesuaikan semua jadwalnya agar cocok dengan saya, karena… ingin pergi dengan saya !!
Ibu mana yang tidak akan melompat kegirangan diajak jalan-jalan oleh putra tunggalnya yang autistik??

Maka…hari ini (Rabu) aku tegaskan lagi: besok kamis ikhsan busway? — tegas dia jawab “ya”
sama ibu ita? — dia jawab lagi “ya”
berangkat 8:30 ya? — jawab lagi “ya”
Ibu ida?? (aku tanya gurunya).. dia jawab “ibu ida jumat study”… Oohhh.. dia sudah atur dengan gurunya ! Luar biasa…

Tapi, hal yang paling menyenangkan untuk aku adalah sms berikutnya yang datang jam 11 tadi.
“Ikhsan bisa tulis bacaan basmallah” —- HAAA???
“tulis arab doa”
Aku hanya bisa menahan tangis haru dan menjawab sms dengan “PINTAR!”.

Sesampai di rumah, aku bergegas melihat buku pelajarannya…dan…BENAR…ada tulisan huruf arab: Basmallah dan Hamdallah.
plus, catatan gurunya: tidak ada yang dibantu, semua sendiri, sesudah lihat guru menulis di papan tulis.

Alhamdulilllah, ya Allah…

Terima kasih memberikan semangat hidup di saat hambaMu ini sedang merasa terpuruk dan lelah luar biasa..

*senyum bangga terharu senang*

One thought on “Kita tidak pernah boleh berhenti berusaha

  1. madaff says:

    saya ga sengaja nyasar ke sini, tapi berhasil termehek2….Duh, luar biasa Ikhsan ya Bu…Alhamdulillah bisa komunikasi meski via hp yah…Salam sayang…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s