Rasanya campur aduk

Beberapa minggu ini hp communicator jadul ikhsan error sampai akhirnya bener2 gak ada apa2nya di LCDnya. Berangkatlah aku ke itc kuningan. Mau tuker sama yang ‘less jadul’…
Sempet sms ke ayahnya Ikhsan, nanya, apakah hp kado ayah untuk ikhsan, boleh ‘dilipat’ untuk nambah ongkos tuker tambah hp jadul ke hp ‘less jadul’. Jawaban ayah Ikhsan “terserah kamu”.

Kesalahan terbesar ku adalah, tidak tanya ke yang punya hp, which is Ikhsan.

Sesudah bolak-balik ke itc, akhirnya Rabu 19 Agustus 2009, aku ke mandiga meninggalkan ikhsan dengan hp communicator 9300 (less jadul) utnuk komunikasi.
What happened?
Dia celingak celinguk kesana kemari dan menolak komunikasi pakai hp communicator 9300. Nah lho.

Maka terjadilah percakapan berikut…lewat sms tentu saja.

“mana hp ikhsan?” —- (jawab aku: hp ikhsan ada)
“ikhsan tidak suka” — (nah lho? …langsung telpon gurunya, “da, tanyain dong.. ada apa??”)… Maka gurunya membuat serangkaian pertanyaan kenapa Ikhsan bete dan gak suka hp barunya.

Sesudah dia bercakap dengan gurunya (media tanya jawab ‘ya’ / ‘tidak’ dan pilihan jawaban)… terbongkarlah keadaan sesungguhnya:
“mana hp ayah” — (dia cari hp kado ayahnya, Nokia 3110 classic yang aku ‘lipat’ …)
“ikhsan mau hp ayah” …
“marah ibu tidak ijin”
“jual pinjam harus ijin”
“Ikhsan tidak suka ibu ita tidak ijin bilang”

Duuuhhhh…. I feel sosooooooo baaaddddd deeeehhhhhhh…. (hiks).
Tambah lagi, Unie, temen di kantor bilang, “nah elo.. ngajarin dia permisi, elo sendiri gak permisi!”… Terus guru2 semua pada geleng2… “yak ampun, mbak… dalem banget ya dia?”…

Dari dulu aku memang mengajarkan Ikhsan bahwa barang kepunyaan orang tidak boleh semaunya dia apa-apakan. Harus minta ijin. Harus siap tidak diizinkan… Eh, kok ya, aku malahan gak izin ke dia waktu mau jual hp dia??

Guru ikhsan lalu sms: “LAPOR! Ikhsan marah karena ibu menjual hp dari ayah tanpa izin dulu. Ikhsan tidak marah ibu jual hp besar (comm jadul). Ikhsan mau belajar hp baru (comm baru) kalau hp ayah sudah ada lagi. Selama hp ayah tidak ada, tidak mau belajar hp baru, gak mau denger musik dari hp baru, gak mau bikin tempat buat hp baru”.

Pingin banget deh, bumi belah dua dan aku bisa masuk ke perut bumi saat itu juga…
Mixed feelings, rasanya campur aduk….
Sedih, merasa bersalah, karena sudah membuat anak sendiri upset…. sebel karena dia tidak mau mengerti bahwa hp ayah toh juga tidak selalu dipakai dan bisa dibuat menjadi uang…. tapi senang karena artinya perasaan dan pengertian Ikhsan sudah berkembang dengan pesat !
Senang, karena, hasil didikan aku, berbekas banget di dia! Aduh, alhamdulillah….

Sesudah itu beruntun lah sms ikhsan terus menerus…yang membuat ibunya makin ingin masuk ke perut bumi…
“mana hp ayah” ….. (nanti siang ibu beli lagi )
“jam” …. (mampuz gw… jam 3)
“janji” … (iya)
“ikhsan senang” (Ibu senang kalau ikhsan senang)
“ikhsan sayang ibu ita” ….. (huuuaaaaaa….. nangis beneran …..)
“marah hp jual tidak ijin”… (huuuaaaaa.a… nangis tambah kenceng…..)…

Akhirnya, siang itu, aku tergopoh-gopoh pulang untuk tarok barang2 di rumah… Pas sampai rumah, mata Ikhsan menyelidik, memeriksa, apakah ibu Ita membawa benda yang ia inginkan…
Aku jujur, “ibu belum beli, sekarang mau pergi beli. Jangan marah ya”..

Aku lalu ke dokter gigi dulu, kan mau cabut gigi (GILAK, SAKIT BANGET…dannnn… MAHAL BANGET!).. Nunggu dipanggil dokter, rasanya gak sabar. Takut gak sempet beli hp soalnya. Takut sampai rumah gak bawa barang itu soalnya…
Sambil terkaing-kaing sakit rahang, pergi ke cempaka mas untuk beli hape persis seperti yang aku jual kemarin. (Duh, emak2 ini satu… mau untung jadi buntung deh)…

Pulang malam, ke kamar ikhsan sambil bawa hp dia. Dia yang setengah mengantuk, hanya senyum…

Besok paginya, jam 5 lewat, dia ke kamar ku, ambil hp dari meja, dan dibawanya ke kamar belajar. Dan ketika gurunya datang, sepanjang 3 jam belajar, dia mendengarkan berbagai lagu di hp nya itu.. Kalau lagunya dia suka, volume dikerasin, kalau lagunya biasa-biasa saja, dikecilin lagi… Dan itu semua ia lakukan sambil tersenyum.

Ah, anakku…. senyum mu itu yang mahal harganya.
Ibu Ita sayang Ikhsan (begitu aku bisikkan di telinganya sambil mencium pipinya lembut…dan dia senyum).

*lega karena sudah berhasil membuat dia tidak marah lagi*

2 thoughts on “Rasanya campur aduk

  1. resna says:

    perasaan aku ketika baca tulisan ini…ada sedihnya ada harusnya ada senag,,,yang tak jarang malah ketawa-ketawa melihat luar biasanya kelucuan dan keanhan ihsan yang bgitu hbat…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s