Pengalaman luar biasa! (1)

SABAR, artinya, ikhlas dan pasrah.

Sedari pertama ide ini muncul, aku sudah ‘excited’. Bagaimana tidak.

Diminta untuk berbagi ilmu dan pengalaman, diundang oleh dua orang ibu yang sudah lama aku kenal… Eli dan Fajri. Bahkan Fajri, belakangan baru kutahu ternyata satu angkatan dengan keponakan ku. Haduh, muda sekali, yak? *senyum…

Ya, berbagi ilmu, dimanapun itu, selalu sesuatu yang menarik bagiku. Tapi kali ini, menjadi luar biasa, karena undangan berbagi ilmu datang dari Qatar. Negara yang bahkan namanya pun jarang kita dengar. Bahkan ketika akan menjelaskan kepada Ikhsan-pun, aku dan Ida (gurunya) sempat mendelik mencari di bola dunia. Maka sejak ide itu muncul, aku sudah menanamkan dalam hati, aku akan pastikan ini menjadi pengalaman mengesankan…. Harus.

Pada akhirnya, awal tahun 2011, dicanangkan tanggal 10-15 Februari 2011 sebagai tanggal keberadaan ku di Doha, Qatar. Seminar dan Workshop, plus klien. Berapa orang? Mungkin 18. Waduh…kerja rodi! Ah, tidak mengapa. “Hanya” 5 hari pergi, Ikhsan pasti akan baik-baik saja, meski kali ini aku harus menggunakan paspor dan visa…

Kehebohan mulai muncul ketika dalam salah satu percakapan melalui Yahoo Messenger dengan Eli (ibu dari anak autistik usia 15 th yang sudah berkali-kali menghadiri seminar dan workshopku), muncul ide lain “Mbak, kalau sesudah disini disambung umroh, mau mbak?”…. Begitu aku membaca kalimat itu di pesawat telpon ku, tanganku bergetar dan jariku segera mengetik ‘maaaauuuuuuuu’ sembari mataku langsung berkaca-kaca. Aduh, apa ini?? Oh…ternyata di hati kecilku yang terdalam, keinginan untuk bertandang ke tanah suci sudah tertanam sejak lama. Namun kehidupan sehari-hari yang selalu mengutamakan kepentingan Ikhsan, baik waktu maupun dana, tidak memungkinkan ku untuk merealisasikan impian itu… Aku hanya bisa terus menerus berharap, berkeinginan, sambil menatap kepergian kakak-kakak ku satu per satu dengan rindu, disusul oleh para sahabatku, para teman ku, dan kerinduan itu aku tekan dalam-dalam agar tidak mengganggu kehidupan kami… Entah apa maksudnya ketika justru pada saat tidak memikirkannya, tiba-tiba ada yang “mengajak” untuk umroh… Aku hanya menjalani saja semua proses. Mudah kah? Tentu saja tidak…

Masalah demi masalah bermunculan…

–to be continued –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s