Pengalaman luar biasa (6)

Doa anak untuk orangtuanya, terbukti sangat lah penting dan bermakna.
Terima kasih, Ikhsan, anakku.
Berkat sikap mu yang IKHLAS, maka terjadilah yang dikehendaki olehNya. *terharu…

Ketika sedang melaksanakan workshop pertama dari rangkaian 3 workshop dalam dua hari, ketua PSG setempat mendatangi aku dan menyampaikan bahwa ‘visa umroh belum bisa diperoleh karena kedubes Saudi masih tutup”. Waduh. Berarti, makin lama dong urusnya? Makin gak pasti, dong??
Aduh, perasaan ku tidak karuan… Tapi mau berbuat apa lagi?? Lebih baik aku fokus mengajar, kan? *hiks

Lalu, malamnya ada yang menelpon dan menyampaikan: kalau bu Ita ikut hamlah, maka pasti akan berangkat tapi tanggal 23 Februari dan naik bis. Bagaimana?
Aku bilang, “itu terlalu lama. Kasihan ikhsan”… meski sambil nangis..

Muncul usulan baru. Ibu Ita pergi dengan keluarga ibu Eli saja ya? Dengan santai aku menjawab, “selama keluarga ibu Eli tidak keberatan, saya tidak masalah”.
Lalu bagaimana dengan masalah mahram?

Sudah menjadi pengetahuan umum, wanita tidak bisa bepergian sendiri di Saudi. Harus dengan muhrim. Meski usiaku sudah melampaui batas “harus pakai muhrim” (kata Fitri si kotem cantik, mungkin dianggap sudah tidak menarik…haiyaaaaa), tetap saja aku tidak mungkin keluyuran sendirian ke sana. Maka, diurus lah visa dari Saudi, dimana ditetapkan “siapa mahram” ku.

Tanpa tahu detil pengurusan, aku sibuk memohon kepadaNya agar diizinkan berkunjung ke Baitullah. Rasanya ini adalah kesempatan langka bagiku. Bagaimana tidak. Kalaupun aku menabung dengan gencar, masih lama lagi lah kemungkinannya aku akan berangkat. Lagipula, aku sudah di Qatar ! Di peta, itu sama dengan “satu lemparan tisu” (bukan batu! Saking dekatnya gituuuu).

Tugas konseling 18 orang dari hari Senin, selesai di hari Kamis. Jumat aku mengajar workshop dua topik, dan Sabtu aku memimpin seminar dan satu workshop. Minggu, aku menerima klien di hotel tempat aku menginap, Senin aku check-out sambil lalu berjalan-jalan untuk beli oleh-oleh. Sesudah check-out, aku diantar menginap di rumah Fajri lagi, sambil menunggu nasib visa aku dari Kedubes Saudi.

Selasa berhandai-handai sambil terima klien lagi, Rabu pagi aku chat dengan Ikhsan seperti biasa. Kali ini ia memulai percakapan dengan kalimat “Ibu boleh umroh. Ikhsan akan tunggu sabar. Ikhsan sudah dewasa”. Dengan linangan air mata, aku jawab “terima kasih banyak Ikhsan. Ibu rindu Ikhsan.”. Lalu Ikhsan jawab “ibu doa untuk Ikhsan”…
Dua jam sesudah itu, datang teman Fajri membawa paspor ku, dengan visa dari Saudi. Aku bisa pergi umroh. Dengan berperan sebagai “mother in law” dari pak Ari, suami dari ibu Eli. What? Mother in law dari seorang bapak 4 anak? Hadoh… Ya sudah lah ! Yang penting berangkat…
Ikhsan, terima kasih sudah menyampaikan keikhlasanmu, ya, nak…

Ketika visa dan paspor sudah di tangan dan pengertian bahwa Ikhsan sudah ikhlas memenuhi kepala dan hatiku….datang kabar lain yang luar biasa maknanya.

Fajri duduk di depan ku di lantai, dan dengan lirih menyampaikan “Mbak, gak usah sungkan ya nanti.. Semua perjalanan umroh ini dibiayai oleh PSG. Mbak Ita fokus aja ke ibadah”… Aku sungguh-sungguh tidak bisa berkata-kata apapun. Lenyap sudah kata-kata dari kepalaku. Aku hanya bisa berlinang air mata….dan mengucap Alhamdulillah, ya Allah… (terjawab sudah. Sejak beberapa minggu sebelumnya, aku sudah pusing memikirkan bagaimana mengatur segala sesuatunya… Akhirnya aku menyampaikan kepada Eli, aku akan bayar dengan honor konseling selama di Qatar…tapi kalau kurang, tolong kasih tahu supaya aku bawa d dari Jakarta…. Sesudah menyampaikan itu, aku hanya dijawab ringan oleh Eli “Mbak Ita tenang aja.. Itu gampang!”… Alhasil aku hanya berserah dan menunggu)…
Luar biasa.
Allah itu memang serba MAHA. !
Satu demi satu hambatan untuk pergi umroh diambil oleh Nya, dan aku bahkan mendapatkan rezeki luarbiasa! Ya Allah, terima kasih…

Maka tiba lah hari perpisahan dengan PSG, dimana kami semua duduk bersama untuk makan malam dan tukar pikiran sekaligus evaluasi berbagai kegiatan. Alhamdulillah kiprah ku cukup mendapatkan penghargaan, meski tentu ada beberapa ibu yang tidak suka dengan gaya ku yang terbuka dan ‘jutek’ (senyum manis). Beberapa orang secara spontan menyampaikan bahwa kegiatan ini harus dievaluasi, sehingga aku diharapkan kembali tahun depan. Sesuatu yang seringkali terjadi, tapi belum tentu terlaksana, karena segala sesuatunya harus dengan izin Allah.

Yang pasti, semua mengucapkan “selamat jalan, semoga mabrur” ketika tahu aku akan berangkat umroh lusa-nya. Dan salah satu bapak membuat aku tercengang dengan ucapan “ibu pergi haji, kapan? Dua tahun lagi?” —Waduh, pak! Situ sih, bisa setiap saat yak…situ uangnya seperti kumis, siiih… Kalau saya, musti nabung dulu sampai mencret, dan sesudah diare berkepanjangan juga masih belum tahu kapan berangkat karena kan quota berangkat terbatas…belum lagi repotnya ninggalin Ikhsan untuk waktu yang lebih lama lagi… Duh, pak!

Sesudah semua berlalu, perjalanan umroh berlangsung dengan aman, lancar, dan selamat….kembali lah aku ke tanah air. Di bandara ku disambut si laki dewasa, yang langsung tidak menjadi dewasa ketika melompat-lompat kegirangan melihat ibunya…

What ever I do, wherever I go, HOME is always the final destination for me.

Terima kasih untuk semua keluarga, kerabat, teman, sahabat, yang sudah begitu peduli kepada kami berdua. Hanya Allah yang dapat memberikan ganjaran setimpal bagi perbuatan baik kalian kepada kami. Amin, amin, amin..

*masih berlinang air mata mengingat semua perjuangan untuk mencapai tanah suci…

Alhamdulillah, Ya Allah.
Terima kasih atas nikmatMu ini..

3 thoughts on “Pengalaman luar biasa (6)

  1. Salam, bunda Dyah..
    Saya June.. membaca blog, bunda..sangat luar biasa dengan pengalaman2nya.. jika bunda berkenan, saya ingin sharing banyak hal tentang autisme..
    Saya sangat tertarik.

    Bunda kapan2 berkunjung ke nonkshe.wordpress.com ya.. ato ke my_burny@yahoo.com..

    Salam juga untuk ikhsan.
    ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s