Don’t quit

Tahun ini luar biasa bermakna bagi ku.

Dipercaya oleh sekumpulan orangtua untuk akhirnya bepergian ke beberapa daerah bahkan ke luar negeri demi berbagi ilmu dan pengalaman, berhasil tiba di tanah suci dengan susah payah, berhasil menyelenggarakan acara-acara spektakuler di tengah komunitas keluarga dengan individu autistik…sampai bergabung di sebuah organisasi/lembaga baru untuk berkarya, dan membuka sekolah baru untuk Ikhsan dan teman-temannya.

Luar biasa.

Apakah selalu mulus? Tentu tidak.
Setiapkali kita berusaha mewujudkan satu tujuan bersama lebih dari 5 orang yang berbeda, sudah jelas kita harus beradaptasi dengan pola pikir, gaya kerja, tujuan hidup, yang jelas berbeda dengan diri kita. Tentu saja tidak mudah.

Lebih dari sekali terbersit pikiran untuk berhenti dari kegiatan yang sedang berlangsung. Apakah itu menyelenggarakan kegiatan spektakuler, atau mengupayakan visa umroh, atau ketika berusaha bekerja keras mewujudkan impian orang lain….

Pada saat genting itu, entah karena apa, aku temukan naskah buku kedua yang aku tulis, dan pada salah satu lembar, tercantum puisi ini.
Puisi yang diberikan seorang dosen universitas Maranatha mungkin satu dekade lalu ini, sungguh-sungguh sangat berarti, karena aku tahu ia persembahkan khusus untukku, yang pada waktu itu sudah terbenam di lingkungan perjuangan komunitas autistik yang setiap hari hidup seperti angin puting beliung…

DON’T QUIT

When things go wrong, as they sometimes will
when the road you’re tugging seems uphill
when the funds are low and the debts are high
and you want to smile but you have to sigh
when care is pressing you down a bit
rest if you must, but don’t you quit

Life is queer with its twists and turns
as every one of us sometimes learns
and many a fellow turns about
when he might have won, had he stuck it out
don’t give up though the pace seems slow
you may succeed with another blow
often the goal is nearer than it seems…

To a faint and faltering man
often the struggler has given up
when he might have captured the victor’s cup
and he learned too late when the night came down
how close he was to the golden crown

Success is a failure turned inside out
the silver tint of clouds of doubt
and you never can tell how close you are
it may be near when it seems afar
So stick to the fight when you’re hardest hit
It’s when things seem worst that you mustn’t quit

Ya. Aku setuju sekali. Kita tidak pernah boleh menyerah. Terus harus berusaha, terus harus berupaya. Karena kita semua ini harus melihat hidup sebagai sebuah tantangan, bukan beban…..

Dan bila rasanya tekanan tersebut begitu mendalam sehingga kita ingin berhenti, ingatlah bahwa Tuhan selalu mengawasi. Ia akan membantu, tapi kita semua harus mulai dengan membantu diri kita sendiri. Satu hal tertanam dalam benak. Aku ikhlas berusaha keras memberikan kehidupan yang terbaik bagi ciptaanNya, tentu DIA akan membantu bila aku mengalami kesulitan saat berusaha.
Insya Allah.

====

Luar biasa.
Bahkan beberapa tahun sesudahnya, puisi ini begitu mengena, begitu menghujam dalam dada.

Aku yakin, bukan kebetulan aku temukan naskah buku tersebut di kala aku sedang berbenah kamar. Allah memang tidak pernah tidur. DikirimkanNya naskah itu agar aku tegar berdiri di tengah badai.

Terima kasih, Ya Allah.

3 thoughts on “Don’t quit

  1. mafruzah says:

    selamat pagi bunda cantik………… dulu kita pernah beberapa kali bertemu dalam moment yang berkaitan dengan anak-anak kita. Bu dyah…….. sampai saat ini masih ada beberapa bloger yang menyebut bahwa autisme adalah “penderita” saya kurang setuju, mgkin jika ada kesempatan yang tepat kita perlu sekali lagi menegaskan bahwa penyandang autisme adalah anak hebat yang selalu happy. Autisme bukan penderitaan!!! Bahkan anak saya mampu lulus ujian nasional (UN) dengan nilai rata-rata 9, dan dia happy banget karena di terima di sekolah SMP favorit kota malang, bahkan di kelas akselarasi lho……….. ayo semuanya terus berjuang dan bimbing anak-anak hebbat kita.

  2. Valentina Maria says:

    Ibu Ita, saya bisa minta email Ibu.. ingin konsultasi japri Bu.. (email saya vmaria07@gmail.com..
    saya juga terinpirasi sama puisi yang Ibu ‘temukan’ ini.. Bagus banget Bu.. ijin copas ya Ibu..
    Makasih ya Ibu.. saya tunggu email dari Ibu.. Semoga Ibu mau bales ya Bu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s