Kilas balik: the biggest decision in 2011 (1)

Sesudah 15 tahun mengarungi hidup bersama Ikhsan, sesudah pemikiran yang luar biasa mempertimbangkan semua aspek… akhirnya di tahun 2011 aku memutuskan untuk membentuk sebuah keluarga.

Pemikiran ini muncul sejak Maret 2010 seorang pria kenalan lama kembali muncul dalam hidup ku dan secara bersungguh-sungguh menyatakan ingin berbagi hidup. Penawaran yang tidak main-main…mengingat bahwa hidup ku berarti, hidup bersama ikhsan dan ibuku.
Pria ini, adalah teman sejak aku masih kelas 3 SMA. Ha? Selama itu? Iya. Lama sekali. Dan sebetulnya sejak kami tidak lagi duduk sekelas di LIA Pramuka, tidak ada lagi kontak di antara kami. Pria ini menjalani kehidupannya sendiri, dan aku menjalani kehidupanku sendiri. Yang menarik, ada suatu kekuatan yang membuatnya teringat kepada ku sekitar 28 tahun sesudah terakhir pertemuan kami …dan kekuatan luar biasa ini – apalagi kalau bukan kekuatan Allah swt?- mempertemukan kami, menguatkan hati kami untuk memperjuangkan kisah ini, sampai akhirnya dilaluilah beberapa fase: pria ini memenuhi semua persyaratanku untuk menghadap wakil-wakil keluarga ku, terutama ibu ku, mengajarkan Ikhsan konsep “ibu akan menikah dan om Sam akan tinggal bersama kita”, menjalani persiapan-persiapan berkas, dan akhirnya, menjalani semua upacara khidmat pada tanggal cantik yang kami pilih bersama: Minggu, 9-10-11 atau 9 Oktober 2011.

Insya Allah sesuai amanah Allah swt.
Insya Allah berkah, dan dijauhkan dari masalah.

Maka, sejak tanggal cantik itu, kami menjadi keluarga Samuel Priono Monareh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s