Ikhsan, dan ‘ya’ – ‘tidak’

Komunikasi itu, penting. Harus diperjuangkan. Meski, anak kita autistik dan non-verbal.

Eh, malahan harus makin diperjuangkan, deng…kalau anak kita autistik dan non-verbal. 

Seperti Ikhsan. 

Hari ini ada bbm dari gurunya “Bu, Ix sakit?”. Ha? Aku jawab sigap “kenapa? tadi berangkat sih gapapa”.

“Di kelas pegang kepala. Lalu ditanya, sakit? Iya. Sakit apa? Ikhsan jawab, ‘kepala’. Ikhsan pusing? ‘iya’ ..”

Maka aku langsung kasih tahu gurunya, tanya aja, mau minum obat gak. Kalau mau, kasih panadol biru 1,5 ya. Makasi ya. Eh, demam gak?

“Iya, bu. Mau minum obat.. Enggak bu. Gak demam”.

Duh. Bayangkan betapa pusingnya aku, manakala dia yang sudah 23 tahun dan berbadan sangat besar itu, terus menerus meraung-raung karena sakit kepala dan tidak ada yang paham apa yang ia rasakan. Atau, ditanya tapi tidak tahu harus jawab apa. Atau, ditanya tapi tidak bisa menjawab karena tidak diajari untuk menuliskan atau mengetik atau memegang simbol ‘ya’ dan ‘tidak’.

Alhamdulillah, ya Allah. Terimakasih ibu guru yang sudah banyak membantu sampai Ikhsan bisa seperti ini. 

Ikhsan, kamu keren. Love you just the way you are. *cium jauh*

 

 

 

Screen_20140317_123812

Screen_20140317_123835

Screen_20140317_123854

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s