Menatap rasa

Rasa.

Kata itu, maknanya sangat beragam.
Bisa berkaitan dengan indera pengecap, menjabarkan apa yang kita masukkan ke dalam mulut; tetapi bisa juga berkaitan dengan indera peraba, menjabarkan sensasi yang terekam oleh ujung jari.

Bisa juga, menggambarkan apa yang ada dalam hati. Lubuk terdalam. Sensasi yang terekam jauh sebelum (dan sesudah) akal atau nalar bergerak untuk berpikir….

Rasa, beragam dalam hidupku.
Berganti dengan cepat, dari indah ke buruk, dari nyaman ke sangat tidak nyaman, dari enak ke gak enak banget. Roller-coaster, wahana paling ciamik menggambarkan naik turunnya ‘rasa’ dalam hidupku. Sebenarnya mungkin sejak masa kecilku…tapi karena lahir dan dilatih untuk ‘tidak bahas hal pribadi’ jadi sepertinya tidak pernah dibahas juga (meski kalau diingat dan dikaji sekarang, pasti pengalaman masa lalu berdampak mendalam terhadap perkembangan kepribadian, kan?)

Roller-coaster itu, menjadi luar biasa rumit sejak sekitar lima tahun lalu.
Kalau menoleh ke belakang, rasanya takjub aku bisa melaluinya tetap dalam kondisi utuh baik lahir maupun batin.

Utuh?
Yakin?

Hm.

One thought on “Menatap rasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s