aku….

Bapak-ibuku kasih aku nama Dyah Puspita Asih sewaktu aku mbrojol di angka keramat 6-4-64.  Artinya apa? Hm.

Dyah = anak perempuan.. Puspita = bunga. Asih = kasih / cinta.

Jadi…aku adalah anak perempuan yang seperti bunga, hasil cinta mereka. Ta’ela… puitis nih yeee… Maklum, aku produksi “kangenan” gara-gara bokap pulang tugas Kongo 3 jaman baheula.

Alhasil kakakku yang disapa dengan “anak bungsuku” tergeser deh, posisinya…. hehe….

Keluargaku bukan keluarga besar. Aslinya aku lima bersaudara, tapi November 1969 Allah SWT memanggil mas Toto kembali ke haribaanNya. Tinggallah kami berempat. Tapi dari berempat, sekarang ya jadi berbanyak lah… Posisiku teteup lah si bungsu ….

Meski tentu banyak cerita masa lalu dalam keluarga yang (mungkin) dapat memberi manfaat, dalam blog ini aku lebih fokus bahas sisi hidupku sejak tahun 1991. Semua hal berkaitan dengan putra semata-wayangku dan kehidupan kami sehari-hari…

Judul blognya ‘kan begitu?🙂

22 thoughts on “aku….

  1. Duh, blog elo asik banget. I’ve always enjoyed your writings. Thanks for sharing so many meaningful and inspiring thougths. May Allah bless you, always.

  2. rubino sriadji says:

    Tersentuh hati ini menelusuri cerita & kehidupan bunda dyah puspita asih… ingin rasanya bisa bertemu, menjadi gelas yang siap dituangi air sejuk dari pengalaman-pengalaman bunda, kalopun belum bisa ketemu langsung bisa kiranya lewat email, bersapa, berbagi ilmu dan materi hidup lainnya… saya rubino sriadji, lahir di kota satria-purwokerto, sedang belajar dan berjuang melangkah, menelusuri pintu-pintu pelatih handal…bahagia selalu dan tetap semangat, best regards rubino sriadji (Yubi)

  3. purwaningsih says:

    hi, mom.bukunya dah ada di toko buku ga?or bisa dapat di acara hari sabtu dan minggu nanti.ditunggu selalu karya-karya terbaiknya.may ALLOH SWT always be with you..salam dari sekolah alam bogor crew..

  4. tyas says:

    hai ibu ku, bunda tyas PPAB Bali neh bu..Yg kmren kta bkin sminar n`konseling.Yg nganterin ibu k airport ma bu ayu…Yg kta brtiga sharing abizzz d kmar htl…Yg kta ktemu sgrombolan org2 china d pntu msuk htl yg bner2 ngalangin kta mo kluar pntu hehehe….grimis2 pula…tkz bgt ya bu uda dtg k bali, sneng bgt bsa ktemu n`ngobrol bnyak ma ibu. Pkoknya ibu is the best deh…te-o-pe-be-ge-te….pkoknya saya ga sbar bt d krim ma bu ayu k mandiga….salam buat ikhsan…

  5. mbak dyah..boleh minta waktu utk wwcr kompas minggu. Tentang keluarga yang berhasil mengantar anak-anaknya yang menyandang autis sehingga memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Salam lusi kompas 0816-1616849

  6. fiybit says:

    Bu Dyah…
    Saya sangat mengagumi para orang tua anak-anak berkebutuhan khusus,terutama bu Dyah.Saya sendiri salah satunya dan merasakan perjuangan membesarkan titipanNya yang special ini.Saya tidak bekerja karena merasa anak2 saya belum bisa ditinggal dan masih harus dibimbing langsung oleh saya.Tapi saya juga ingin sekali melakukan hal lain seperti membantu menjadi relawan jika ada kegiatan ataupun hal2 yang berhubungan dengan anak2 spesial ini.Semoga hal ini bisa membuat saya merasa berharga bagi diri saya sendiri,keluarga dan orang lain.Saya mempunyai cukup pengetahuan tentang hal anak2 berkebutuhan khusus ini jika memang diperlukan.Saya sebenarnya ingin sekali sekolah lagi mengambil mata kuliah psikologi pendidikan untuk anak2 berkebutuhan khusus,tapi belum ada dana,makanya saya ingin menyalurkan pikiran dan tenaga saya sebagai bagian dari autism awareness disini.Terima kasih bu.,

  7. tyas says:

    ass, bu..
    apa kabar…
    sekarang saya sudah tidak di Perhimpunan Peduli Autis Bali ( Pak Ade / Bu Ayu ) lg bu..
    saya pindah ke malang ( pulang kampung critanya he3 ) tp tetep bu, saya tetep berjuang untuk anak2 autis di malang..lanjutkan !!!
    kapan ada seminar autis di malang bu…beri info ya bu..
    terima kasih..salam sayang buat ikhsan

  8. siti says:

    luar biasa kisahnya! bisa menjadi proses pembelajaran untuk ibu2 yang lain, yang punya anak autis ataupun tidak. karna seringkali anak2 terabaikan tanpa disadari oleh sang ibu

  9. yuke says:

    Aslm. Bu, sy bnyak terinspirasi dengan pembicaraan ibu, waktu itu saya ikut workshop di Parahita, Bandung, Minta sarannya : diagnosa atas putri sy ( 6 thn) membuat sy bingung. Dokter menyatakan anak sy tdk autis, hanya berperilaku menyerupai autis karena dia tuna rungu berat (sudah di-tes BERA dn hasilnya ambang dengar 90-100 db), tapi ibu gurunya keukeuh blg putri sy autis+tuna rungu (double handicapped). Skrg anak sy titip dgn neneknya di Bandung untuk mndapat terapi yg diperlukan, sy diminta suami balik ke Sulawesi krn suami jg ga mau ditinggal. Bu, sy kadang berpikir, sudahlah terserah apa kata dokter, terapis, dll…sy bw lagi aja anak sy ke Sulawesi, sy curahkan seluruh waktu sy untuk dia…Tapi di sisi lain, sy jg khawatir dgn fasilitas untuk anak autis yg minim di sini, tidak spt di pulau Jawa. Bagaimana menurut ibu? Makasih ya Bu, ini jadi pikiran sy siang dn mlm, … bahkan sy menangis hampir tiap hari memikirkan ini, Skali lagi, terima kasih…

  10. Menik says:

    Assalamualaikum bu…

    Saya salah satu orang tua anak berkebutuhan khusus, sudah lama saya mencari sekolah khusus yang mengerti anak kami..
    Bolehkah ibu memberikan alamat sekolah Mandiga dan nomor telepon yang bisa saya kontak..
    Terima kasih sebelumnya atas informasinya bu..

    Wassalam,
    Menik

  11. arinita sandria says:

    wah, senang sekali bisa mengenal mbak dyah. sy bisa belajar dari mbak nih. kebetulan anak sy perempuan, 8 th, asperger. untungnya di bandung ada sekolah yg menerima ABk dan menyediakan helper.

  12. srie widianie says:

    Bu diah….jempol untuk ibu…aku masih berjuang utk irfan anakku spy bisa komunikasi ‘Ya’ dan ‘Tidak’ spt ikhsan….harapanku bisa bu…doakan ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s