Hak anak..

May 3, 2008 - 6 Responses

Hidupku sejak beberapa tahun lalu, terbagi atas “kewajiban” dan “hak”.
Hidup Ikhsan juga begitu.
Kewajiban aku tentu saja adalah mengurusi kepentingan anak sendiri, ibu, keluarga, rumah tangga, plus kesehatan pribadi…dan hak aku adalah jalan-jalan, belanja-belanji, pijit, santai dua menit, kuliah, ketawa ketiwi, lho…. banyakan mana ya? Hahahaa…

Nah, sesudah memenuhi kewajiban mensukseskan Expo kemarin itu, sekarang giliran aku melunasi “hak” anak. Anakku sendiri.

Sudah beberapa kali dia sms ke aku “ikhsan busway”…dengan tanggal yang bervariasi.
Kemarin, dia sms “ikhsan busway 30 april 2008″… aku tanya, ’sama siapa’ (sambil berharap dia tulis, ibu Ida - gurunya)…eh, ternyata dia ketik “ikhsan busway 30 april 2008 ibu ita”…mati aku. Ya sudah lah terjadi tawar menawar, “ikhsan busway ibu ita 1 mei 2008″ dan dia setuju.

So, tadi pagi, di hari Kamis libur nasional 1 Mei 2008, aku sudah berjanji pada diriku, akan antar dia naik busway.
Jam 7:30, aku sudah rapi. Dia bengong. Lalu aku panggil, aku suruh dia lihat organizer dimana aku ketik “hari ini 1 Mei 2008, Ikhsan busway?”….wah, loncat dia secepat kilat…mandi, ganti baju…siap dalam sekejap !

Naik bajaj dari rumah, ke sunan giri, jalan pemuda situ ‘kan ada halte busway. Turun di Dukuh Atas, jalan sampai ke tengah sudirman (JAWUH NEK), naik yang ke kota… Niatnya sih, terus balik lagi, eh keterusan jadi sampai ke kota, terpaksa keluar dulu, bayar lagi, naik lagi… Mulai deh, error. Di tengah2 perjalanan menuju blok M (rencananya mau turun di ratu plaza terus ke carefour), ikhsan menatap “boobs” perempuan di sebelahnya, yang kebetulan pakai baju kaus dengan 3 kancing teratas terbuka. Si perempuan itu juga pakai baju-dalam yang membuat jadi kesannya ‘besar’ gitu (gaya Dewi Persik, deh !)…
Wadoh! Bakalan problem nih. Aku pegangin mukanya, dan aku bilang “tidak lihat”…eh, Ikhsan ketawa. Berarti dia paham, tapi tidak mau (dan tidak bisa) menahan diri. Aduh, daripada error, turun aja lah.
Naik lagi ke arah berlawanan, turun di bendungan hilir, jalan ke arah Plaza Semanggi. PUSYING !

Karena hari ini memang berniat untuk memuaskan hak anak, jadinya belanja majalah di Gramedia. Terus selesai? Ngayal!
Dia ketik “pizza hut” ketika aku tanya, “ikhsan mau makan?”… Wadoh.

Sesudah dari makan kenyang, ibunya teler ah… Pulang aja, naik taxi aja…

Ini sekedar foto2 di busway… Bandingkan antara busway yang ramai dan yang sepi. Tergantung koridor ‘kan??

Capeekkk ddeeeehhhhh…. naik busway. Tapi, kalau anakku senang, sapa takut ?

Obat lelah mujarab…

May 1, 2008 - No Responses

Menjelang Expo, aku capek banget lahir batin. Terlalu banyak “kejutan” baik dari dalam panitia maupun dari luar panitia, bikin aku babak-belur…

Yang lumayan bikin stres adalah hari pembukaan karena disitu aku harus memastikan pembagian materi seminar dan tanda masuk dengan rapi, sementara calon peserta juga gak kira-kira “indisipliner” (belum daftar ngotot mau masuk), dan semua orang merasa penting sehingga harus didahulukan kepentingannya….
Selain itu, aku bakalan main piano. For the first time after so many years…tampil in public. Trainingnya dari dulu ‘kan harus perfect, jadi ya gitu deh…berusaha untuk perfect. Susah ‘kan?
Udah gitu, terlalu banyak kejadian-kejadian lain yang gak mungkin aku jabarin…antara lain ya itu lah, si ikhsan ‘kan juga mau nonton Expo…ngurusin supaya semua lancar juga makan tenaga-pikiran.

Nah, di tengah suasana seperti itu, sms “tatah masih di suco?” –benar-benar bikin aku angkat alis. Aku jawab “ya”. Terus jawaban lagi “otw ke situ soalnya”. Ha? Oh! Aku tanya lagi “sama senja?”. Jawab ibun “ya”… Duh, senangnya, senangnya… apalagi sesudah sekitar beberapa menit kemudian ada sms lagi “tatah dimana?”….berarti Senja sudah sampai !

Aduh, senangnya…

Langsung aku tinggal itu segala macem acara seminar.
Keluar.
Ah, itu dia, Senja bi-lung (bingung dan linglung) dalam gendongan Dada. Aduh, aku mau gendong juga dong.. .Aku ambil aja…(maksa euy)….aduh, kasihan…dia mencengkeram rambut ku. Dia takut…
Aku bawa aja ke ruangan pameran lukisan. Kan disitu adem dan tenang… Mulai lah dilepas tuh rambutku… Digendong lagi sama Dada karena Senja kena ‘pin’ di dada aku…kasihan…

Sesudah bercanda-canda sama Senja (yang terkekeh-kekeh) rasanya lelah hilang sebagian besar secara signifikan….

Luar biasa.

Love you, my dearest… Grow up healthily ya, sayang…
Buat Ibun dan Dada-nya…makasih sudah cari Eyang Tatah di tengah keramaian. Makes a big difference deh, bercanda sama Senja … Sayang gak bisa ketemu Pelangi. Tapi tetap, kesehatan adalah prioritas yang gak bisa ditawar-tawar… Lagipula, sapa tau ketemu di kampus, ya Upit? Hehehe

SURPRISE PARTY

April 13, 2008 - 2 Responses

As I said, hari ulang tahun aku ‘kan diisi dengan kewajiban untuk kuliah …jadi hectic dong ke depok.
Nah, aku berencana, sesudah itu ke rumah ina, untuk latihan piano (kan bakalan duet piano di pembukaan Autism Expo 2008 tanggal 26 April yad di sucofindo).

Eh, dari sabtunya ditelponin gantian, dibilangin “Minggu rapat kordinasi, penting, harus datang, jam 2 di bebek bali”. Ha?
Aku bilang, aku kuliah jadi dateng telat.
Eh, masa rapat diundur jadi jam 4 ?

Wadoh.
Berarti dari latihan di rumah Ina, musti buru2 ke bebek bali. Ya udah deh…

So I went there.
Cuma ada dr. Melly dan Jeffrey. Hm..kemana yang lain. Tunggu-punya-tunggu, satu-satu pada dateng.

Ternyata ini rapat kordinasi antara perut dan mulut ! It’s a surprise party for ME !
Aduh, so touched…

Ini foto-fotonya.

friends mean so much to me..

From the bottom of my heart…thank you, my friends…

Today is my birthday…

April 5, 2008 - 4 Responses

This weekend is a very hectic weekend….jumat-sabtu-minggu workshop Disain Instruksional di kampus, harus ikut karena nilainya 2 SKS untuk sepanjang semester…

Lagi keasikan merekam piano, atas orderan dua dokter handal, jadinya sibuk aja edit rekaman suara permainan…sambil kuliah tuh! Lha salah sapa kenapa kuliahnya boring abis.. Mosok tiga hari dipake untuk njlekutek ngurusin kalimat-kalimat gak penting. Kapan ngajarnya coba, kalo sibuk ngurusin kalimat per kalimat seperti itu (ngomel colongan)…

Tidur rada malem pas Sabtu, pulang kuliah masih edit musik… Tau2 selagi tidur ayam, sms bunyi. Hah? Sapa nih? Jam 00.55…ya ampun, NUNIEK… The first person to wish me happy birthday…

Sesudah itu berturut-turut berderingderring terus deh itu sms…Joe, Nat-Ponti, Safarina, and my big bro, Dandus…

Wish my self a very happy birthday, many happy returns…
Hope to have a healthy, prosperous and productive days within this year… Hope to have a very fruitful relationship always with Ikhsan, my one-and-only son… Love you with all my heart…

All kinds of reporters…

April 4, 2008 - No Responses

Gara-gara bulan peduli Autisme (April 2008), jadi berasa kayak maling…dikejar-kejar gitu loohhh… Krang-kring telpon nyariin ‘dyah puspita’ atau ‘ikhsan’, imel, sms…tapi paling sering sih, langsung aja tembak telpon dan minta ketemu langsung pada suatu hari…

Nah.

Yang beneran “jadi” sebagai suatu kegiatan, adalah wawancara dengan beberapa radio (live, or by phone), tabloid dan majalah, dan juga talkshow dengan stasiun TV terkemuka.

Ternyata oh ternyata…reporter yang terlibat, ada beberapa jenis lho. Ada yang ‘dodolibret’, ada yang te-o-pe-be-ge-te…
Yang dodolibrert yang kayak apa? Yang gak tau apa2 tentang autis, malahan nanyanya gini, “autis itu apa sih?”, “peran ibu apa?”, “ada obat apa tuh, yang oleh WHO gak diakui, itu gimaan tuh”… haiyaaaa

Nah yang te-o-pe-be-ge-te tuh, yang udah paham autism itu apa, jadinya diskusi huwenak, dia tahu apa yang dibicarakan, terus malahan bisa bilang “duh, bu…perjuangannya ya…”. Aku kan bingung. Maksudnya apa ya? Eh, ternyata yang dia bicarakan adalah perjuangan aku ketika antar ikhsan ambil darah. Ooohhh..berarti dia baca blog aku ! Wow. Sementara pihak mereka telpon aku baru Kamis malam jam 21:00…dan syutingnya Jumat pagi jam 7:30. Luar biasa. She really did her job well…

Yang satu lagi, yang datang ke rumah, juga te-o-pe.
Janjian jauh hari. Terus, sehari sebelumnya (padahal itu hari Minggu) dia konfirmasi ulang. Pas hari Seninnya, dia ‘kan janji sampai di rumah jam 9 pagi..ketika dia harus terlambat karena rapat, dia telpon lagi kasih tahu. Dateng ke rumah juga persis jam 10:30 seperti yang dia bilang.
Ketika dia bawa ’skenario’ dalam kepalanya dan aku bilang ’susah’ (dia minta Ikhsan melukis), dia juga mau merubah ke usulan aku (ambil ketika Ikhsan komunikasi sama aku). Dalam waktu sekejap dia mau olah masukan, kemudian dengan cepat mengaplikasikan. Aku bilang, ‘itu ada gambar di balik pintu’… dia dengan cepat panggil kamerawan untuk menyorot mengambil gambar. Duh, luar biasa.

dsc00090.jpg

dsc00093.jpg

Jadi perawat.

March 24, 2008 - No Responses

Sewaktu aku di bandung ‘entertain’ anakku naik kereta api, malemnya ibuku di rumah memutuskan untuk membasuh kakinya lalu mengangkat kakinya sebelah untuk dikeringkan. Ha? Angkat kaki sebelah? Gak jatuh? Ya jatuh lahhhhh…. Emang jago akrobat???

Alhasil, senin pagi panik semua karena ibuku kakinya bengkak. Diurut. Selasa siang kakakku dateng dan cemas ngliat warna kaki mamahku yang merah gelap. Dibawalah xray ke rumah sakit. Gimana? Gak papa? (Huh, ngayal). RETAK, saudara-saudara…memanjang… Huhuhuhuhu…

Keluar peraturan ketat dari perawat DP di cipinang: mamah kena tahanan tempat tidur. Gak boleh banyak bangun. Tivi masuk, makanan masuk.
Nurut?
Huh. Ngayal.
Ya gak nurut lah yaw… Sampai akhirnya seluruh keluarga bertereak, bahwa kalau sampai 3 minggu lagi di xray hasilnya gak bagus, maka mamah pasti digips. Huhuhu…takut juga tuh nyokap.. (Agak takut. Gak takut beneran).

Udah? Jadi perawatnya udah?
BELUM.

Mamah kan jatuh hari Minggu. Nah, hari rabu, sepulang dari sekolah, Ikhsan memutuskan untuk “panas ah, kepalanya….”. Huhuhu…aku kan paling panik kalau ada yang panas!! Panadol. Creng. Beres.
Kebetulan ada keluarga bandung dateng, nginep di cipinang. Aku nganterin dong kesana kemari. Beres. Ikhsan juga udah turun panasnya.
Keluarga bandung pulang, panasnya naik lagi ! Huhuhuhu..
Minggu pagi akhirnya memberanikan diri periksa darah, berjibaku. sesudah itu merawat dia juga lah. Mondar-mandir nyediain minum, kasi makanan yang lebih menarik..just supaya dia mau makan.

Gak enak jadi perawat.
Stres.
Udah gitu pasiennya dua-duanya BANDEL buanget !!! Yang satu sih bisa dimarahin, tapi yang satunya?? Huhuhu…mau masuk neraka?

‘autism is my middle name’ - part 2

March 24, 2008 - One Response

Dalam rangka bulan peduli autisme, selain iklan layanan masyarakat, ada aja media cetak yang menerbitkan artikel tentang autisme dan keluarganya.
Gak tau kenapa, kok aku lagi, aku lagi yang diwawancara. Apa karena aku yang berani cablak tentang kondisi autisme, atau karena aku semangat, atau karena peran aku yang ‘multi’ ? Kan aku selain jadi ibunya Ikhsan, aku juga jadi psikolog, pengelola sekolah, pelatih pula. Mungkin…

Tapi apapun, rasanya ironis banget kalau diinget.
Pas weekend panjang kemarin itu, selain Ikhsan di-shoot untuk iklan layanan masyarakat, aku juga diwawancara untuk artikel media indonesia. pake foto2 lah sama ikhsan gitu. Nah, besoknya, sabtu malemnya (wawancara sabtu pagi) Ikhsan panas tinggi. Jadi hari Minggu aku memberanikan diri untuk ambil darah dia di rumah sakit.

Huhuhu… Begini nih, prosesnya…

Tadi nekad bawa anak (eh, gak pantes dibilang anak!) umur 17 tahun
periksa darah di lab RS deket rumah.
Udah pake pemberitahuan sebelumnya, udah dibujuk. Udah dikasi
pengertian bahwa ikhsan sakit, harus periksa darah. Bawa balakurawa 2
pembantu dan 1 keponakan laki.

Koperatif?
huh. Ngayal.

Dari pertama masuk pintu RS udah tereak2…ngebangunin mayat di rumah
sakit… duduk gak mau deket pintu lab. Begitu dipanggil “ikhsan”
…dia pura2 budeg. Malah duduk di lantai sambil tereak2.
Perjuangan berat akhirnya masuk ke dalam ruangan lab. Selesai? Huh, ngayal.
Dia duduk lagi guling2an di lantai, tereak2. Setengah mati membuat dia
berdiri, malahan lari ke dalam ruangan lab. Tereak2 lagi, tarik2an,
guling2an… Terus dia lari duduk di kursi yang beroda, yang buat
ambil darah. Huh. Mantri udah dateng. Petugas lab ada dua cewek siaga.
Huh.
Aku tarik aja sekursi-kursinya mendekat ke tempat tidur tempat buat
ambil darah. Dia akhirnya naik ke tempat tidur. Mau, karena ibunya
dengan bengis bilang “HARUS. KITA TIDAK PULANG SAMPAI IKHSAN AMBIL
DARAHNYA.” (haduh… mati aku, begitu mungkin pikir Ikhsan… bodo
amat… lha wong aku udah bayar 435ribu !! masa pulang??? itu duit???
HUHUHUHU)…

Begitu dia naik ke tempat tidur, aku naik ke dada dia. Satu pembantu
megangin kakinya, satu pembantu megangin kepalanya, keponakan dan
mantri dan satu petugas perempuan megangin SATU TANGAN yang mau
diambil darahnya itu. Duh, sempet berontak sampai aku hampir jatoh
dari tempat tidur yang tinggi itu !!!

—hasil darah masih mau didiskusikan sama dokternya Senin sore… in the meantime aku harus uber2 dia terus untuk minum yang banyak supaya bisa ngelawan panas en ngencerin darah…

Sayang pas ambil darah gak ada yang shooting. Tuh, baru gambaran sesungguhnya keluarga dengan anak/individu autistik. Problematikanya kayak apa, nah itu baru kelihatan…

Huhuhuhuu….beteeee….

Janjiku kepadamu..

March 24, 2008 - No Responses

Ikhsan sesudah terpenuhi hasratnya naik kereta api, punya hasrat baru.
Beberapa kali dia sms.
“Ikhsan mau naik bus weiy”.
Ha?
Ooohhh… busway! Halah… Aku bilang aja, “Ibu udah ya, nganterin naik kereta apinya… Busway sama bu ida!”.

Hahaha… jadilah itu anak ngebujukin gurunya supaya nganterin naik busway.

Maka, mereka janjian! Tuh, Ikhsan nyuruh gurunya nulis di kalender, mereka janjian naik busway hari Rabu tanggal 26 maret.

image005.jpg

Bude Hani-ku…

March 23, 2008 - No Responses

image059.jpgAku empat bersaudara (sebenernya sih, lima.. tapi mas Toto wafat ketika aku masih 4 tahun), dan ada dua bude dalam keluarga ku. Bude Reni di Jakarta, bude Hani di Bandung. Satu lagi kakak ku, pakde Abus, ya di Jakarta juga.

Ikhsan tiba-tiba di bulan Januari, sms aku. Dia bilang, “Ikhsan mau naik kereta api”.
Aku tanya, ‘mau kemana?’
“Ikhsan mau bude Hani”
Terus aku bilang, 27 Januari 2008. Terus aku tanya, tanggal berapa sekarang?
Dia jawab ‘17 januari 2008′.
Aku tanya lagi, “berapa hari lagi”
Dia bilang, ’sepuluh hari lagi’.

Udah.
Nah berhubung aku sibuk, keluar kota terus, capek terus, gak jadi-jadi juga ke bandung…
Lama-lama, guilty feeling juga soalnya Ikhsan bolak-balik sms hal yang sama “ikhsan mau bude hani”.

Nah, kemarin itu, biarpun aku capek banget, sakit banget, aku bawa Ikhsan naik kereta api.
Minggu pagi ke bandung, terus senin pagi pulang naik travel.
Sepanjang di rumah bude Hani, Ikhsan gak mau makan, gak mau pipis (jadi ngompol !!), gak mau TIDUR ! huhuhuhuhu….aku setengah mati ‘kan?

Pas besoknya hari Selasa ditanyain sama gurunya kenapa pas di Bandung gak mau tidur, gak mau makan, gak mau pipis….Ikhsan bilang “gak suka”.
Jadi dia gak suka ke rumah bude hani? Lho, katanya kepingin ke rumah bude Hani?
Ternyata, sesudah tanya jawab dengan gurunya, “ikhsan tidak suka rumah bude hani, tidak suka tidur, tidak suka makan, cuma mau lihat bude hani saja”.

Ha?
Ke Bandung cuma mau lihat bude Hani terus pulang??

Emang sih, selagi di bandung itu, dia tiduran di sofa, sementara di ujung sofa bude Hani-nya duduk nonton tivi. Ikhsan menatap budenya sambil senyum-senyum. Ntar bude-nya nengok, dia pura-pura gak lihat sambil senyum2. Ntar budenya gak ngliatin lagi, Ikhsan menatap bude lagi. Begitu terus…

Alamaaakkkk…. Kangen niihhh yeeee….

‘autism is my middle name’- part 1

March 23, 2008 - No Responses

Tanggal 2 April di declare sebagai ‘hari autism sedunia’. Itu gara2 Qatar mengusulkan ke PBB dan diterima. Kok Qatar? tauk.

Nah, berhubung ‘autism is my middle name’, maka aku ikutan sibuk nih ngurusin macem2.

Pertama, ikhsan mau dishoot buat iklan layanan masyarakat. Ceritanya pas lagi ngelukis. Sok, atuh. Janjian tapi sama gurunya.
Sip. Crew udah dateng, PIC udah dateng (Stanley). tau2…’mbak, rimbi gak bisa dateng…’. MAMPUZ. Gurunya dadakan sakit. Duh. Gimana dong?? Mau gak ya, si Ikhsan ngelukis sendiri??
Eh, kan ada pakde Didit? Hm. GImana ya kalau disketsain sama pakde Didit.. Tanya, ah.
“ikhsan menggambar sama pakde Didit, mau?” dia jawab, ya.
Langsung pakde Didit in action.
Ikhsan ditanya, “mau gambar apa?” dari sekian banyak pilihan, dia milih “mobil”. Terus ditanya lagi, “mobil seperti apa?”. Pilihannya: mobil pakde, mobil bude, mobil apa saja, mobil ibu, mobil bagus. Ho..dia pilih mobil bagus.
Pakde Didit sketsa mobil mercedes dengan Ikhsan berdiri di sampingnya.
Langsung deh, Ikhsan melukis…

llukis-kecil.jpg

Jadinya gimana?
Ntar yaaaa…. ntar dipotretin satu per satu lukisan-lukisannya yaaaa…. (Idih, janji mulu dari dulu euy).